2017 : Studi Karakteristik Biokomposit Poly(L-Lactic Acid)/ Cellulose Acetate dan Potensinya untuk Aplikasi dalam Bidang Biomedik

Hikmatun Nimah S.T., M.Sc.Ph.D
Eva Oktavia Ningrum S.T., M.S

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Poly(L-Lactid Acid) (PLLA) merupakan biodegradable polimer yang mempunyai sifat mekanik yang bagus namun masih mempunyai kekurangan yang dapat membatasi penggunaannya, misalnya dalam bidang biomedik, lingkungan, tekstil. Cellulose Acetate (CA) merupakan turunan natural polimer selulosa yang mempunyai banyak kelebihan diantaranya mempunyai stablitas yang baik terhadap suhu dan biokompatibiliti yang baik sehingga CA dapat diaplikasikan dalam bidang biomedik dan lingkungan. Dengan mempertimbangkan kelebihan masing-masing komponen, pencampuran antara PLLA dan CA diharapkan dapat membentuk biokomposit yang mempunyai sifat unggul dan kinerja yang baik pada pengaplikasiannya. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh perubahan perbandingan berat antara PLLA dan CA terhadap properti biokomposit PLLA/CA, serta potensinya dalam aplikasi di bidang biomedik dimana biokomposit PLLA/CA dibentuk menjadi bead sebagai drug delivery agent. Metode penelitian ini dibagi menjadi dua tahapan. Tahap pertama adalah tahap sintesa film, dimana PLLA dilarutkan dalam kloroform, CA dilarutkan dalam aseton yang kemudian keduanya dicampur dan diaduk hingga menjadi larutan homogen, kemudian larutan homogen dicetak menjadi film pada petridish. Tahap kedua adalah tahap pembuatan PLLA/CA Beads, dimulai dari PLLA dilarutkan dalam kloroform, CA dilarutkan dalam aseton dan DMSO yang kemudian keduanya dicampur dan diaduk hingga menjadi larutan homogen Setelah terbentuk larutan homogen PLLA/CA, larutan disuntikkan kedalam bath koagulasi untuk membentuk bead yang kemudian direndam dalam larutan NaOH selama 24 jam. Setelah itu, bead dicuci dan dikeringkan dalam oven pada suhu 45oC selama 24 jam. Untuk uji yang harus dilakukan, yaitu uji thermal stability PLLA/CA film menggunakan TGA, uji sifat thermal dengan DSC, uji mechanical property PLLA/CA film dengan DMA, uji gugus fungsi dengan FT-IR, uji biocompatibility dan analisa morfologi dengan SEM. Untuk PLLA/CA Beads dilakukan uji morfologi dengan SEM, uji surface area dengan BET. Analisa performa bead sebagai drug delivery agent dilakukan melalui evaluasi drug loading dan drug release dimana konsentrasi drug (ketoprofen) diukur dengan spektofotometri UV-VIS.