2017 : Analisa Kekuatan Struktur Offshore Aquaculture untuk Perairan Dalam di Indonesia

Ir. Imam Rochani M.Sc
Ir. Handayanu M.Sc, Ph.D
Yeyes Mulyadi ST, M.Sc, Ph.D
Dr. Muhammad Zikra ST., M.Sc


Abstract

Indonesia memiliki potensi perikanan yang luar biasa karena memiliki wilayah laut yang sangat luas. Penangkapan ikan di laut sudah sangat lazim digunakan oleh masyarakat nelayan secara tradisional maupun oleh pengusaha dengan cara modern. Saat ini banyak wilayah laut Indonesia yang mengalami pennangkapan ikan berlebih (over fishing) sehingga hasil tangkapan menjadi menurun serta bisa mengakibatkan kepunahan spesies ikan tertentu. Hal tersebut sangat membahayakan lingkungan dan harus diatasi salah satunya dengan upaya budidaya (aquaculture) ikan di laut yang disebut juga dengan mariculture. Saat ini, di Indonesia telah dikembangkan mariculture di beberapa dareah yang memiliki wilayah pantai. Sistem mariculture di wilayah pantai mengalami masalah lingkungan karena pencemaran akibat sisa pakan dan kotoran dari ikan yang dibudidaya. Masalah ini terjadi di Indonesia dan juga di negara-negara lain yang mengembangkan sistem budidaya serupa. \nDi negara-negara maju masalah lingkungan tersebut sangat diperhatikan sehingga mendorong industri budidaya ikan bergeser ke wilayah lepas pantai (offshore aquaculture). Budidaya ikan di daerah lepas pantai ini merupakan jenis budidaya ikan yang masih belum banyak berkembang di Indonesia, padahal memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Untuk itu perlu kajian yang intensif, dimulai dari studi beberapa jenis model offshore aquaculture yang telah dikembangkan di negara-negara maju, yaitu jenis model SeaStation dan Farmocean Semi-Submersible. \nAnalisa olah gerak dari kedua jenis offshore aquaculture tersebut pada kondisi tertambat perlu diketahui terlebih dahulu sebagai input untuk analisa kekuatan struktur akibat beban gelombang dan arus laut serta beban operasional. Tinjuan dari analisa kekuatan stuktur yang dilakukan dalam studi ini adalah dalam kondisi statis maupun dinamis sampai dengan pertimbangan umur kelelahan struktur. Setelah diketahui kelebihan dan kekurangan masing-masing model offshore aquaculture yang ditinjau maka dilakukan modifikasi desain yang disesuaikan dengan wilayah perairan laut dalam Indonesia yang telah mempertimbangkan sistem operasi dan kekuatan struktur. Hasil akhir yang akan diperoleh adalah sebuah model baru offshore aquaculture yang lebih handal dan ekonomis. \n