2016 : Analisis Salt-Responsive Proteins pada Padi (Oryza sativa L) Tahan Salinitas dalam Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan

Kristanti Indah Purwani S.Si., M.Si
Triono Bagus Saputro S.Si, M.Biotech

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Padi merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi sangat penting, dan merupakan makanan pokok lebih dari separuh penduduk dunia. Berdasarkan nilai ekonomi tanaman pangan secara global tahun 2005-2009, padi menempati urutan teratas dibandingkan dengan tanaman pangan penting lainnya (jagung, gandum, kentang, singkong, dan sorghum), sedangkan berdasarkan jumlah produksi, padi menempati urutan kedua setelah jagung. Di Indonesia padi menempati urutan pertama dari 7 komoditas pangan utama baik dari segi produksi maupun nilai ekonomi. Kebutuhan akan padi akan mengalami kenaikan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Akan tetapi, peningkatan kebutuhan padi tidak diikuti dengan penambahan luas lahan kultivasinya akibat konversi lahan. Lahan salin merupakan lahan marginal yang berpotensi untuk digunakan dalam kultivasi padi akan tetapi memiliki kandungan garam yang tinggi sehingga perlu dikembangkan galur atau varietas padi tahan salinitas tinggi. \nRendahnya keragaman atau tidak adanya sumber ketahanan terhadap salinitas pada tanaman padi menuntut adanya induksi varian baru tahan kondisi salinitas tinggi. Pada penelitian ini, induksi variasi dilakukan dengan menggunakan metode pengkalusan. Varian yang muncul diseleksi ketahanannya terhadap cekaman NaCl secara in vitro. Kemudian dilakukan isolasi protein pada kalus hasil perlakuan. Selanjutnya dilakukan pemisahan protein dengan metode elektroforesis SDS-PAGE. Pita protein atau fragmen protein baru yang muncul akibat adanya adaptasi pada media seleksi dipisahkan dengan cara dipotong secara langsung pada gelnya. Protein hasil pemisahan tersebut dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui sekuen atau urutan asam aminonya dengan menggunakan MALDI-TOF. Lebih jauh, dari sekuen protein dapat diketahui predicted sekuen mRNA dari inducible gene yang terlibat dalam ketahanan terhadap kondisi salinitas tinggi. \n