2016 : Pengembangan SIM Indikator Kinerja dan Keuangan

Ir. Retno Indryani M.T.

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Proses penetapan pagu anggaran unit maupun jurusan di ITS, selama ini diukur berdasarkan prosentase pendapatan dan kegiatan-kegiatan yang rutin dilaksanakan tiap tahun. ITS telah menerapkan konsep remunerasi yang diharapkan mencerminkan kinerja setiap pegawai, unit, jurusan, fakultas maupun institut. Di ITS untuk penerapan konsep remunerasi tersebut sudah berjalan dengan baik, namun masih perlu ditinjau dari segi keuangan yaitu efesiensi anggaran dan ketepatan anggaran untuk kegiatan yang dianggap prioritas dalam mencapai indikator kinerja. Indikator tersebut sangat diperlukan untuk ITS, dikarenakan ITS akan menerapkan pengelolaan PTNBH di tahun 2017. Oleh karena itu proses penganggaran harus dimulai dari prioritas kegiatan-kegiatan yang mendukung tercapainya indikator kinerja ITS. Disamping penganggaran untuk operasional rutin, semua kegiatan itu memerlukan koordinasi dan waktu serta pertimbangan untuk meminimalkan resiko hukum.\nPada tahun 2017, ITS ditarget dengan indikator kinerja yang tercermin dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2017 (RKAT 2017). Untuk melakukan pengukuran kinerja dan biaya agar tepat sasaran maka diperlukan suatu sistem yang terintegrasi. Di ITS telah dikembangkan SIM RBA dan SIM Remunerasi, sementara itu di Kemenristekdikti telah ada SIMONEV yang dipergunakan untuk memantau capaian kinerja dan biaya ITS setiap bulan. Oleh karena itu ITS perlu untuk membuat indikator kinerja dan anggaran di tiap unit/jurusan untuk tahun 2017.\nAgar pemantauan proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dan akurat, maka diperlukan mapping indikator kinerja dari unit/jurusan ke indikator kinerja ITS sehingga bisa menjadi acuan/dasar penentuan kebijakan pimpinan terkait pemberian remunerasi dan efesiensi anggaran.\nPenelitian ini bertujuan untuk untuk mengembangkan sebuah sistem informasi yang dapat menghimpun data semua pihak yang terlibat dari proses awal penganggaran, penetapan indikator kinerja sehingga bisa menggambarkan kinerja dan biaya yang digunakan untuk capaian kinerja tersebut. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah terjaminnya informasi mengenai pencapaian kinerja unit/jurusan dan biaya yang digunakan, sebagai informasi yang digunakan untuk mengambil kebijakan dalam hal efisiensi anggaran dan pemberian remunerasi.\n\n\nKata Kunci : \nIndikator, Pagu Anggaran, Capaian Kinerja, Efisiensi Anggaran\n