2017 : OPTIMISASI TEKNO EKONOMI PADA DESAIN PRESSURE SWING ADSORPTION SEBAGAI CARBON CAPTURE UNTUK STUDI KASUS PLTU PAITON DAN PLTG MUARA TAWAR

Ir. Matraji M.Kom.
Totok Ruki Biyanto S.T., M.T., Ph.D.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Salah satu gas rumah kaca yang ditimbulkan akibat pembakaran adalah karbon dioksida. Emisi karbon dioksida terbesar salah satunya berasal dari proses pembakaran batubara pada industri pembangkit listrik. Telah banyak penelitian yang dilakukan sebagai upaya mengurangi emisi karbon dioksida pada industri pembangkit listrik. Strategi untuk mengurangi emisi karbon dioksida ini dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu dekarbonisasi pasca-pembakaran, dekarbonisasi pra-pembakaran, dan siklus oxy-fuel. Masing-masing strategi memiliki beberapa keuntungan dan kerugian. Secara umum keuntungan yang didapatkan dalam penangkapan karbon dioksida selain dalam pengurangan emisi adalah keuntungan dari segi ekonomi. Karbon dioksida dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan industri lain seperti industri makanan dan minuman, hingga industri minyak. Karbon dioksida yang telah ditangkap dapat dimanfaatkan untuk menaikkan produksi minyak hingga 60% atau disebut Enchanced Oil Recovery (EOR). Karena adanya keuntungan dalam pengurangan emisi gas rumah kaca hingga keuntungan dalam segi ekonomi, maka penangkapan karbon dioksida pada industri pembangkit listrik saat ini perlu dipertimbangkan. Pada penelitian ini dianalisa penangkapan karbon dioksida pada PLTU Paiton dan PLTG Muara Tawar dengan menggunakan strategi dekarbonisasi pasca-pembakaran. Strategi ini dipilih karena secara umum dapat diterapkan langsung pada pembangkit listrik yang sudah ada. Teknologi yang digunakan untuk penangkapan karbon adalah pressure swing adsorption. Pressure swing adsorption merupakan teknologi pemisahan gas yang umum digunakan karena teknologi ini lebih murah dibanding teknologi pemisahan gas lain. Namun penentuan kondisi operasi pressure swing adsorption seperti volume kolom yang serta lama waktu terjadinya penyerepan gas (adsorption time) yang tidak tepat akan mempengaruhi biaya yang dibutuhkan dalam pengadaan dan operasional alat dan jumlah karbon dioksida yang diserap. Oleh karena itu perlu dilakukan penentuan kondisi operasi pressure swing adsorption yang optimal agar memperoleh keuntungan yang maksimal dari penjualan karbon dioksida untuk kebutuhan industri lain.