2016 : PENGEMBANGAN GAME TERAPI PHOBIA SERANGGA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY PADA DEVICE ANDROID

Dr.Eng. Darlis Herumurti S.Kom.,M.Kom.
Ridho Rahman Hariadi S.Kom, M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Marks mengatakan bahwa phobia merupakan bentuk yang spesifik dari ketakutan yang muncul pada situasi tertentu, tidak dapat dijelaskan secara rasional, sulit untuk dikontrol dan situasi yang ditakutkan tersebut biasanya selalu dihindari. Martin & Pear dan Smith juga mengatakan bahwa phobia adalah rasa takut yang intens dari sesuatu yang tidak atau sedikit menimbulkan bahaya aktual. Objek yang menjadi sumber fobia bisa bermacam-macam. Bisa berupa barang maupun kejadian. \n\nPerawatan untuk phobia yang direkomendasikan kebanyakan dokter adalah in vivo exposure atau konfrontasi langsung dengan objek yang ditakutinya. Namun, in vivo exposure memiliki dua kelemahan yaitu efek perawatan akan mengalami penurunan dengan cepat dan tidak efektif untuk semua fobia. Studi juga menunjukkan bahwa kebanyakan pengidap fobia yang mencari perawatan terhadap fobianya menolak terapi yang mengharuskan mereka melakukan konfrontasi langsung dengan objek yang ditakutinya. Oleh karena itu, banyak peneliti yang bekerja sama dengan dokter untuk menggunakan realitas virtual untuk meningkatkan penerimaan pengidap pada konfrontasi dengan objek. \n\nSalah satu variasi dari realitas virtual yang sering digunakan untuk terapi fobia adalah augmented reality. Augmented reality dianggap lebih ekonomis jika dibanding dengan realitas virtual. Terapi phobia serangga dengan memaparkan pengguna pada model serangga memang lebih efektif dan efisien serta lebih aman apabila dibandingkan terapi dengan menggunakan serangga hidup dan lingkungan yang sebenarnya. Namun aplikasi terapi phobia serangga yang ada saat ini masih belum realistis. Dengan adanya aplikasi terapi phobia serangga tanpa menggunakan penanda ini, diharapkan dapat lebih hidup dan lebih realistis sehingga dapat mendekati skenario pada kejadian di dunia nyata.\n\nAplikasi terapi phobia serangga ini menggunakan augmented reality tanpa penanda dengan analisis citra menggunakan metode adaptive threshold untuk mendeteksi objek sebagai ganti penanda. Objek yang digunakan dapat merupakan objek apapun dan sudah terletak pada tempatnya. Model serangga akan disesuaikan dengan posisi dan luas objek. Kamera webcam digunakan untuk menangkap latar dan objek-objek yang ada di dalamnya. \n