2016 : KETERKAITAN FENOMENA URBAN SPRAWL DENGAN PERTUMBUHAN APARTEMEN PADA KAWASAN SUB URBAN SURABAYA

Ir. Sardjito MT
Belinda Ulfa Aulia ST., M.Sc.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Ketersediaan lahan pada suatu kawasan perkotaan kian lama tidak dapat mengimbangi kebutuhan akan lahan untuk bermukim. Di sisi lain, konsep hunian vertikal menjawab kebutuhan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian Colliers International Indonesia 2015 jumlah apartemen di Kota Surabaya meningkat pertahunnya dimulai dari tahun 2008 hingga sekarang. Berdasarkan data pertengahan kedua tahun 2015, jumlah apartemen di Kota Surabaya mencapai 23,591 unit, naik 30% dari tahun 2014 yang jumlah apartemen tercatat sebanyak 18,153 unit. Akan tetapi lokasi pembangunan apatemen mayoritas terdistribusi atau tersebar dibagian pinggiran Kota Surabaya yaitu pada Kota Surabaya bagian barat sebesar 43% dan 46% pada Kota Surabaya bagian timur. Pinggiran kota dapat dikatakan sebuah bentuk akibat dari perkembangan kota yang cenderung mengalami pergeseran fungsi-fungsi perdesaan menjadi kekotaan, yang selanjutnya akan mengalami proses transformasi spasial berupa proses densifikasi permukiman dan transformasi sosial ekonomi sebagai dampak lebih lanjut dari proses transformasi spasial. Hal ini lah yang menjadi salah satu fakor pendorong terjadinya urban sprawl. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dikaji apakah ada keterkaitan antara fenomena urban sprawl di Surabaya dengan pertumbuhan apartemen di kawasan pinggiran kota Surabaya.\nDalam kajian ini diperlukan 3 tahap analisis yaitu identifikasi kriteria urban sprawl dengan menggunakan literature review. Tahap yang kedua adalah menghitung Urban Sprawl Index dengan menggunakan olahan peta citra Landsat. Dan tahap yang ketiga adalah menguji keterkaitan antara fenomena urban sprawl (urban sprawl index) dengan pertumbuhan lokasi apartemen di kawasan sub urban Surabaya dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif yaitu regresi linier.\nOutput dari penelitian ini yaitu dirumuskannya keterkaitan antara fenomena urban sprawl dengan pemilihan lokasi apartemen di kawasan sub urban oleh developer. Hal ini akan sangat berguna bagi pemerintah untuk meminimalisir dampak negative dari urban sprawl dan juga sekaligus dapat memberikan kebijakan terkait lokasi apartemen di kawasan pinggiran/sub urban.\n