2018 : DESAIN SESPAN (T�DEM SAMPING) LEPAS PASANG UNTUK SEPEDA KAYUH RODA 26�ATAU 27�DENGAN PENGAYUH

Drs. Taufik Hidayat M.T
Andhika Estiyono ST., MT.
Djoko Kuswanto ST.
Ari Dwi Krisbianto S.T., M.Ds.


Abstract

Sepeda kayuh/ pancal adalah sarana transportasi yang murah dan menyehatkan, kendaraan ini tidak mengeluarkan polusi dan sangat ramah lingkungan. Akhir akhir ini sepeda lebih banyak digunakan sebagai sarana berolahraga. Hampir setiap rumah tinggal di Indonesia mempunyai sepeda pancal baik sepeda dewasa maupun sepeda anak, minimum satu sampai dua buah setiap rumah. Sepeda tandem umumnya berupa sepeda yang bersambung kebelakang, secara mekanik dihubungakan dengan rante dan dikayuh oleh dua orang dewasa - dewasa dan satu boncengan dibelakang untuk satu orang, ada pula sepeda tandem untuk anak - anak dengan satu boncengan juga dibelakang, sepeda tersebut di pasaran sudah mudah didapat/ dibeli. Saat ini pemakai sepeda tandem tersebut sudah mulai jenuh dan sudah mulai ditinggalkan karena beberapa factor : 1. Ukuran sepeda tersebut terlalu panjang sehingga kurang nyaman dan sulit untuk dikendarai, 2. Bila digunakan oleh seorang diri sepertinya tidak pantas, 3. Penyimpanan sepeda tersebut cukup sulit karena memakan tempat, 4. Sebagian orang sulit untuk mencari teman yang mau diajak bersepeda tandem, 5. Kurang disukai karena salah satu pengayuhnya dibelakangi sehingga tidak nyaman bersepeda apalagi kalau sambil berbincang. Masalah-masalah tersebut dapat diselesaikan dengan penelitian berupa Mendesain Sespan (tandem samping kiri untuk di Indonesia) lepas pasang untuk sepeda biasa, baik pada sepeda wanita maupun sepeda pria dengan pengayuh. Akhir kontribusi orisinal dari penelitian adalah prototype sespan: (1) Sespan dengan sarana kayuh, (2) Dipasangkan kesamping kiri pada sepeda yang sudah ada dengan ukuran roda 26�atau 27� (3) Mudah dilipat (4) Mudah dilepas pasang, (5) dan Mudah dibuat.