2017 : SISTEM KOMUNIKASI HF MIMO NVIS UNTUK KOMUNIKASI DARURAT

Dr.Ir. Achmad Mauludiyanto M.T.

Year

2017

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

HF (High Frequency) merupakan gelombang radio yang bekerja pada frekuensi 3 sampai 30 MHz, biasannya digunakan untuk radio komunikasi jarak jauh karena sifat gelombangnya yang dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer, Gelombang angkasa (skywave) yang dipancarkan, tergantung pada frekuensi, waktu dan kondisi ionosfer. Komunikasi radio HF NVIS (Near Vertical Incident Skywave) mampu mengatasi skip zone sehingga tidak mempengaruhi kualitas pancaran, apakah padang rumput, hutan lebat, lereng gunung dan sebagainya. NVIS adalah pemantulan satu kali oleh lapisan F/F2 ionosfer, dengan pancaran (sinyal) radio untuk komunikasi HF dengan memancarkan sudut pancaran yang nyaris tegak lurus (Near Vertical) ke atas mendekati ?90?^0. Hasil pantulannya mempunyai sudut bervariasi, dengan cakupan jarak komunikasi sampai 300 km. Pada pengukuran komunikasi radio HF MIMO NVIS, dilakukan pengukuran pada jarak ? 20 Km dengan penempatan lokasi pemasangan antena pemancar berada di ITS surabaya. Sedangkan antena penerima berada berada di Kecamatan Klampis Bangkalan Jawa Timur. Selain itu, akan dilakukan juga pengukuran pada jarak ? 160 Km dengan penempatan lokasi pemasangan antena pemancar berada di ITS surabaya. Sedangkan antena penerima berada berada di Dusun Mukus Desa Sawahan Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Sistem komunikasi HF digital yang sudah ada memiliki data rate yang rendah karena bandwidth yang sempit. Salah satu cara untuk memperbesar kapasitas kanal guna meningkatkan data rate yaitu menggunakan antena MIMO. Menurut (Alamouti, 1998) dan (Winters, 1994) Multiple Input Multiple Output (MIMO) adalah sistem yang berfungsi menaikkan kapasitas kanal sistem komunikasi radio dengan menggunakan antena jamak baik di pemancar maupun di penerima. Sampai saat ini sistem MIMO baru diimplementasikan pada sistem nirkabel dengan frekuensi UHF yaitu frekuensi di atas 300 MHz dan belum pernah dicoba untuk pita HF. Karena itu penelitian sistem komunikasi HF MIMO NVIS sangatlah penting dilakukan. Diharapkan penelitian ini menjadi solusi sistem komunikasi alternatif pada kondisi darurat seperti bencana alam di Indonesia.