2015 : PRODUKSI BENIH SINTETIK MELALUI EMBRIOGENESIS Moringa oleifera SECARA IN VITRO SEBAGAI UPAYA KONSERVASI PLASMA NUTFAH INDONESIA

Tutik Nurhidayati S.Si,M.Si.
Wirdhatul Muslihatin S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Moringa oleifera atau dikenal dengan kelor adalah tanaman yang termasuk famili Moringacea. Moringa dapat dijadikan sebagai tanaman obat. Hal ini dikarenakan ekstrak daun M.oleifera menunjukkan aktivitas antimikroba dan antifungal serta aktivitas antikanker. Biji M.oleifera mengandung senyawa bioaktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, yang berfungsi sebagai absorben. Biji dan daun kelor memiliki manfaat yang besar, namun perbanyakan kelor masih sangat rendah. \n Rendahnya perbanyakan kelor disebabkan oleh viabilitas biji untuk berkecambah sangat rendah sehingga penanaman kelor pada umumnya hanya dilakukan secara vegetatif yaitu dengan teknik stek batang. Teknik ini membutuhkan waktu yang relatif lama. Salah satu teknik yang ditawarkan adalah penerapan bioteknologi dengan kultur in vitro melalui embriosomatik. Keuntungan penerapan kultur in vitro adalah waktu perbanyakan lebih cepat, pencapaian hasil dalam mendukung program perbaikan tanaman lebih cepat. Embrio somatik hasil kultur in vitro dapat dilindungi d