2015 : PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI WILAYAH PERKOTAAN GRESIK MELALUI PENDEKATAN CARBON FOOTPRINT

Dr. Ir. Eko Budi Santoso Lic.rer.reg.
Belinda Ulfa Aulia ST., M.Sc.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Wilayah perkotaan Gresik menjadi wilayah yang berkembang pesat sebagai jalur utama aktivitas ekonomi dan jasa. Perkembangan tersebut menimbulkan konsekuensi semakin banyak kebutuhan ruang terbangun yang dapat berpotensi menimbulkan konflik alih fungsi lahan, kerusakan lingkungan, menurunkan daya dukung lingkungan. Salah satu indikasi menurunnya daya dukung lingkungan adalah fenomena global warming dimana produksi emisi gas CO2 meningkat melampaui kemampuan ruang terbuka hijau untuk menyerapnya. Pada periode tahun 2011-2012 di wilayah perkotaan Gresik sudah terjadi penurunan luas kawasan hijau berupa sawah, tambak dan lahan kering sebesar 1.106,73 ha. Hal ini brdasarkan penelitian sebelumnya, wilayah perkotaan Gresik sudah mengalami kondisi defisit ekologis pada aspek penyerapan karbon antara 0.25-0.36 gha. Di sisi lain penggunaan lahan untuk ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan Gresik didominasi oleh lahan kosong, tanah urug dan semak belukar yang sewaktu-waktu dapat beralih fungsi menjadi lahan terbangun