2017 : Pemodelan Peningkatan Kinerja Sandy Loamy Sebagai Pengolahan Air Minum dengan Pendektatan Metodologi Sistem Dinamik: Studi Kasus Kabupaten Lumajang

Prof.Ir. Wahyono Hadi M.Sc Ph.D
Prof.Dr.Ir. Budi Santoso M.E.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sungai yang mengalir di DAS brantas bermuara ke kali surabaya, sehingga membawa beban pencemar tinggi. Studi kasus pada penelitian ini adalah sungai wiyung, dimana merupakan anak cabang dari DAS brantas. Pada penelitian awal menunjukkan bahwa nilai TSS, sulfat, amonia bebas, BOD, detergent dan T.coli yaitu 76 mg/l, 28,66 mg/l, 13,69 mg/l, 10 mg/l, 0,64 mg/l, dan 8 x 106 MPN/100 ml. Menurut PP No 2 tahun 2001 menyatakan bahwa parameter tersebut melebihi baku mutu golongan 2. Beban pencemar yang tinggi tersebut diperlukan suatu teknologi pengolahan air bersih yang ramah lingkungan dan ekonomis atau suatu model perilaku dari teknologi tersebut. Pada penelitian terdahulu untuk menurunkan kekekruhan air menggunakan proses Dissolved Air Flotation dengan hasil nilai efisiensi removal 92 sampai 95,5% (Razif, M dan Dedi Aryanto.,1997). Penelitian juga dilakukan dengan menggunakan pengolahan elektro koagulasi, nilai awal kekeruhan air adalah 300 NTU dan kekeruhan yang didapat setelah pengolahan adalah 22 NTU (Aziz, Hazhar M dan Prof. R. A. Joshi .,2013). Untuk menurunkan kekeruhan juga dilakukan penelitian menggunakan Moringa Oleifera, dimana Moringa Oleifera menjadi bahan dasar utama ekstrak koagulan. Rata-rata penurunan kekeruhan adalah 94% (Sarpong, Gideon dan Clinton P. Richardson., 2010). Selain menggunakan pengolahan tersebut, juga dilakukan penelitian biosand filter untuk menurunkan nilai kekeruhan. Penelitian ini menunjukkan nilai efisiensi penurunan kekeruhan diameter efektif d10=0,35 mm dan d10=0,75 mm yaitu 89% dan 81% (Abudi, Zaidun Naji., 2011). Selain mengunakan teknologi buatan seperti sebelumnya, pengolahan air dapat menggunakan proses purifikasi alami di dalam tanah, yaitu menggunakan penyaringan butiran tanah di sekitar sungai. Pengelolaan dengan sistem ini dikenal dengan MAR (Managed Aquifer Recharge). Macam dari MAR tersebut antara lain, river bank, infiltration gallery, river bed filtration. River bank filtration adalah suatu pengolahan air permukaan dengan mengunakan sistem penyaringan tanah di sekitarnya kemudian dialirkan menuju danau buatan, danau buatan tersebut dinamakan river bank filtration. Kelebihan pengolahan sistem ini adalah kapasitas air terolah lebih banyak, akan tetapi proses aplikasinya lebih rumit dan memerlukan lahan yang besar disekitar sungai yang akan diolah. Berbeda dengan menggunakan infiltration gallery yang tidak memerlukan lahan yang banyak tapi kapasitas yang diperoleh tidak sebanyak menggunakan river bank. Metode yang digunakan pada penelitian adalah membentuk dan mengidentifikasi permasalahan yang mempengaruhi proses penyaringan tanah sebagai causal loop model. Parameter yang diujikan adalah porositas, permeabilitas, berat jenis, volume tanah, volume void. Parameter kualitas air yang ingin diturunkan adalah kekeruhan yang mencapai 50 NTU. Diagram stock flow dibuat dengan acuan diagram cauasal loop, yang kemudian disimulasi. Hasil simulasi sudah sesuai dengan yang diinginkan kemudian di validasi dengan reaktor yang telah disediakan. Hasil penelitian ini di tujukan untuk mendapatkan Pola perilaku dinamik tanah dalam mengabsorb parameter fisik kualitas air. Model tersebut dapat digunakan sebai acuan di setiap daerah yang akan mengaplikaskan sistem infiltration gallery atau river bank dalam mengolah air. Manfaat yang lain yang didapatkan adalah mendapatkan komposisi tanah yang mampu digunakan sebagai acuan pembangunan bendungan.\nKata kunci : Infiltration gallery, model dinamik