2016 : Aplikasi Sequencial Batch Biofilter Granular Reactor (SBBGR) Untuk Mengolah Air Limbah Tambak Udang

Ir. Eddy Setiadi Soedjono Dipl.SE.M.Sc, Ph.D
Adhi Yuniarto ST.,MT.,Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Dalam pelaksanaan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan pangan, Indonesia mengembangkan berbagai macam kegiatan pertanian, peternakan maupun perikanan. Di antara produk perikanan Indonesia, kontribusi komoditi udang dalam pendapatan devisa negara adalah yang terbesar. Kegiatan budi daya udang telah berkembang di banyak daerah pesisir Indonesia, terutama budi daya udang dengan pola intensif. Kegiatan budi daya perikanan berupa tambak, dalam hal ini udang, berpotensi menghasilkan air limbah tambak berupa air buangan dari proses pergantian air tambak. Sumber pencemar air buangan ini berasal dari sisa pakan dan feses udang yang tertinggal di dasar tambak. Sumber-sumber ini yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air tambak dan perlu segera dibuang untuk menjaga kesehatan udang dan mendorong udang tumbuh optimal.\nAir limbah tambak ini mempunyai karakteristik konsentrasi organik dan nutrien yang tinggi. COD, BOD, total nitrogen, dan total fosfat berada pada konsentrasi yang tinggi, diikuti dengan parameter lainnya seperti halnya bau. Apabila air limbah tambak ini dibuang ke badan air penerima tanpa mengalami proses pengolahan, maka terdapat potensi pencemaran dan menurunnya kualitas badan air penerima di sekitar tambak, yaitu badan air sungai, muara ataupun laut. Pentingnya pengolahan air limbah tambak telah ditunjukkan oleh adanya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 28 Tahun 2004 tentang Pedoman Budidaya Udang di Tambak, yang mensyaratkan beberapa parameter kimia pencemar yang harus diolah sebelum dibuang ke badan air.\nPada kajian ini, sistem pengolahan air limbah menggunakan reaktor Sequencial Batch Biofilter Granular Reactor (SBBGR) akan digunakan untuk mengolah air limbah tambak. SBBGR, yang berdasarkan pada sistem operasi submerged biofilter, merupakan salah satu sistem yang inovatif, yang mampu memberikan pengolahan air limbah secara biologis yang optimal dan telah dikaji pada beberapa jenis air limbah. \nKajian ini akan meneliti kinerja sebuah sistem SBBGR untuk menurunkan parameter pencemar pada air tambak sehingga dapat memenuhi baku mutu air limbah tambak atau baku mutu badan air penerima. Variabel kajian yang digunakan akan meliputi variasi debit air limbah, variasi konsentrasi pencemar pada air limbah, variasi kadar garam pada air limbah, serta variasi konfigurasi SBBGR berikut unit operasi dan proses yang menyertainya.\n