2019 : ANALISIS INDEKS VEGETASI UNTUK ESTIMASI RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN KEBUTUHAN OKSIGEN BERBASIS WEBGIS (Studi Kasus: Surabaya Timur)

Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo DEA.DESS
Hepi Hapsari Handayani ST.,M.Sc.,Ph.D
Nurwatik ST.,M.Sc


Abstract

Terjadinya perubahan iklim di Indonesia tidak terlepas dari kegiatan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan manusia dapat berdampak ke lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Udara merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan manusia dan makhluk hidup lainnya sehingga udara harus dijaga agar tidak tercemar dan mengalami penurunan kualitas Selain itu, udara juga dibutuhkan oleh kendaraan bermotor untuk proses pembakaran bahan bakar menjadi mekanik dan kegiatan industri untuk proses pembakaran bahan bakar menjadi energi yang berfungsi menghasilkan suatu produk. Hal ini menjadikan semakin banyak jumlah penduduk, kendaraan bermotor dan industry, maka jumlah oksigen yang dibutuhkan juga semakin meningkat (Melania, 2013). Untuk mengurangi dampak perubahan iklim tersebut, maka diperlukan ruang terbuka hijau (RTH) secara merata dan proporsional sehingga dapat menjamin keseimbangan ekosistem kota. Berdasarkan Undang-Undang RI No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, proporsi ruang terbuka hijau (RTH) pada wilayah perkotaan yaitu paling sedikit 30% dari luas wilayah keseluruhan (Bintarto, 1991). Kota Surabaya merupakan salah kota terbesar kedua di Indonesia mengalami konversi dan konsesi lahan yang pesat setiap tahunnya, termasuk dengan laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan fisiknya. Hal ini mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam pembukaan lahan baru untuk dijadikan area terbangun sehingga luas ruang terbuka hijau (RTH) mengalami penurunan. Hal ini berdampak buruk pada stakeholder seperti manusia, kendaraan bermotor dan industri yang membutuhkan oksigen hasil fotosintesis dari tanaman. Salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH) sesuai dengan kebutuhan oksigen di kota Surabaya menggunakan metode Gerarkis dengan data pendukung lain seperti jumlah penduduk, volume kendaraan bermotor dan jumlah industri. Sedangkan untuk mengetahui kondisi dan keberadaan vegetasi didaerah perkotaan digunakan citra satelit resolusi tinggi Pleiades 1A. Kemudian hasil dari persebaran ruang terbuka hijau (RTH) di kota Surabaya divisualisasikan dengan Web GIS yang bersifat localhost. Kata Kunci: Oksigen, Ruang Terbuka Hijau, WebGIS