2017 : Stabilisasi/Solidifikasi Tailing Tambang Emas Rakyat Kulon Progo Menggunakan Semen Portland dan Tanah Tras

Prof. Dr. Yulinah Trihadiningrum M.App.Sc


Abstract

Merkuri digunakan dalam proses amalgamasi untuk mengikat emas. Namun, penggunaan merkuri pada tambang emas rakyat Kulon Progo, DI Yogyakarta mengakibatkan pencemaran tanah dan badan air di sekitar lokasi tambang. Tailing mengandung merkuri yang dihasilkan dari pengolahan emas ditampung dalam kolam dan seringkali dibiarkan hingga penuh dan meluap ke area sekitarnya. Tailing tergolong limbah B3 kategori 2 menurut Lampiran I PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Konsentrasi merkuri dalam tailing mencapai 302, 31 mg/kg. Upaya remediasi melalui stabilisasi/solidifikasi (S/S) dilakukan untuk mencegah penyebaran merkuri. Semen Portland dan tanah tras digunakan sebagai binder dalam proses S/S ini. Komposisi terbaik antara semen dan tanah tras serta komposisi terbaik antara binder dan tailing ditentukan dalam penelitian ini. Penentuan didasarkan dari hasil uji kuat tekan dan uji TCLP terhadap benda uji. Benda uji berbentuk kubus dengan ukuran tiap sisi 5 cm. Baku mutu uji kuat tekan menurut Kep. Bapedal No. KEP-03/BAPEDAL/09/1995 adalah 10 ton/m2. Baku mutu TCLP menurut Lampiran IV PP No 101 Tahun 2014 yaitu 0, 05 mg/L. Variasi komposisi semen dan tanah tras adalah 100: 0; 90: 10; 80: 20; 30: 70; 60: 40; 50: 50; 40: 60; 30: 70; 20: 80 dan 10: 90. Komposisi terbaik ditetapkan pada komposisi 40: 60 dengan nilai kuat tekan sebesar 260 kg/cm2. Variasi komposisi binder dan tailing yaitu 50: 50; 40: 60; 30: 70; 20: 80 dan 10: 90. Komposisi terbaik ditetapkan pada komposisi 50: 50 dengan nilai kuat tekan 92, 4 kg/cm2 dan nilai TCLP kurang dari 0 …