2017 : Pembuatan Biodiesel dari Microalga Chlorella sp.dengan metode microwave assisted transesterification secara insitu

Prof.Dr. Ir Mahfud DEA
Dr. Lailatul Qadariyah ST., MT
Donny Satria Bhuana ST.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif terbarukan yang digunakan untuk mengatasi kelangkaan minyak di dunia. Biodiesel umumnya dibuat dari minyak tumbuhan dan lemak hewan. Akan tetapi, biodiesel dari minyak tumbuhan dianggap kurang efisien karena berbenturan dengan kepentingan konsumsi pangan. Sementara lemak hewan masih dibutuhkan untuk kepentingan konsumsi dan produk oleokimia juga kualitas produk biodiesel dengan bahan baku minyak hewan tergolong rendah. Saat ini telah dikembangkan pembuatan biodiesel dengan bahan baku mikroalga. Mikroalga merupakan organisme yang memiliki pertumbuhan cepat dan kandungan lipid yang tinggi sehingga berpotensi menjadi bahan baku biodiesel. Dalam penelitian ini mikroalga yang digunakan adalah Chorella sp. karena mengandung lipid yang cukup tinggi yaitu 28-32% dari berat keringnya. Selain itu, Chorella sp. memiliki produktifitas yang tinggi didukung oleh iklim tropis Indonesia sehingga dapat menjadi bahan baku yang berkelanjutan. Umumnya pembuatan biodiesel dilakukan dengan cara konvensional transesterifikasi dua tahap yaitu ekstraksi dan transesterifikasi secara terpisah. Metode ini memerlukan waktu yang cukup lama dan tahapan yang panjang untuk mendapatkan biodiesel dengan kualitas yang diharapkan. Oleh karena itu pada penelitian ini dikembangkan metode transesterifikasi yang lebih sederhana yaitu transesterifikasi in situ dengan bantuan microwave. Dimana tahap ekstraksi dan transesterifikasi berlangsung secara simultan pada transesterifikasi in situ dengan bantuan microwave. Selain itu pada transesterifikasi in situ dengan bantuan microwave juga ditambahkan co-solvent untuk mengetahui pengaruhnya dalam pembuatan biodiesel.\n Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan biodiesel dari mikroalga Chorella sp. menggunakan metode microwave-assisted transesterification secara in situ dengan variabel katalis, konsentrasi katalis, daya microwave dan waktu. Selain itu untuk mengetahui pengaruh co-solvent dalam pembuatan biodiesel, maka pada penelitian ini juga akan divariasi jumlah co-solvent yang ditambahkan. Densitas dan bilangan asam dari biodiesel yang terbentuk selanjutnya dianalisa. Sedangkan komponen yang terdapat dalam biodiesel akan dianalisa menggunakan GC-MS.