2016 : Kajian Kebijakan Pengaturan Ukuran Kapal Angkutan Penyeberangan di Lintas Merak-Bakauheni

Irwan Tri Yunianto S.T., M.T.

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Penyeberangan merupakan penghubung berupa jembatan bergerak yang menghubungkan dua wilayah. Salah satu lintasan penyeberangan terpadat di Indonesia adalah lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni. Jumlah armada kapal di lintasan ini berjumlah 60 unit armada kapal dengan 27 armada kapal yang beroperasi setiap hari. Operasi kapal dilakukan secara bergantian dengan pola rotasi rata-rata 10 hari operasi dan 8 hari standby. Ukuran kapal yang melayani lintasan ini bervariasi mulai dari 2.000 GT sampai 15.000 GT. Untuk mewujudkan transportasi penyeberangan yang efektif dan efisien, pemerintah menetapkan kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 88 tahun 2014 tentang pengaturan ukuran kapal yang beroperasi di lintasan Merak-Bakauheni minimum 5.000 GT yang akan diterapkan di tahun 2018. Kebijakan tersebut menimbulkan dampak terjadinya perubahan jumlah armada dan pola operasional kapal. Untuk menjaga keseimbangan permintaan jasa penyeberangan dan ketersediaan armada kapal maka diperlukan kombinasi baru dalam pola operasional kapal. Kombinasi yang dimaksud adalah waktu bongkar muat, waktu berlayar, jumlah kapal dan ukuran kapal yang beroperasi. Tinjauan pemilihan kombinasi terbaik adalah memaksimumkan utilisasi armada dengan tetap memenuhi permintaan penyeberangan.