2015 : Desain sistem monitoring kondisi batuan penutup terowongan memanfaatkan metoda resistivitas dengan pemodelan fisik

Dr. Ayi Syaeful Bahri S.Si., M.T.
Firman Syaifuddin S.Si., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pengembangan suatu kawasan atau wilayah perkotaan sudah selazimnya didukung oleh pembangunan infrastruktur pendukung seperti sarana dan prasarana publik. Kondisi perkotaan di Indonesia yang semakin padat memerlukan adanya sebuah moda transportasi masal yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak dan relatif cepat tanpa hambatan. Atas dasar hal tersebut, akhir-akhir ini di Jakarta telah diusulkan pembangunan MRT (Mass Rapid Transit) dengan jalur bawah tanah memanfaatkan teknologi terowongan. Sistem terowongan dipilih sebagai alternatif solusi permasalahan sosial ekonomi dalam pembebasan lahan dan kondisi tata kota yang sudah ada.\nLetak geografis Indonesia yang berada pada zona katulistiwa mengakibatkan kondisi cuaca yang memiliki tingkat pelapukan dan kadar air atau kelembaban tinggi, hal ini dapat mengakibatkan perubahan tingkat kekuatan batuan atau daya dukung batuan pada sistem terowongan dalam waktu yang relatif cepat. Dalam pembangunan sarana umum dengan sistem terowongan, perlu kirannya dib