2017 : Desain Penggoreng (Airfryer) Kerupuk Tanpa Minyak, Tanpa Pasir dan Tanpa Listrik Untuk Rumah Tangga Menengah

Drs. Taufik Hidayat M.T
Djoko Kuswanto ST.
Hertina Susandari S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

ABSTRAK\n Kerupuk adalah makanan khas Indonesia, sepertinya kalau makan nasi tanpa kerupuk rasanya kurang mantap. Hampir seluruh warga negara Indonesia menyukai kerupuk, entah itu namanya; kerupuk udang, kerupuk bawang, kerupuk bandung/ aci, kerupuk upil/ sidoarjo, kerupuk kulit, kerupuk puli/ nasi, kerupuk Palembang, kerupuk kuning/ kerupuk mie atau kerupuk lainnya.\n Di Indonesia umumnya menggoreng kerupuk menggunakan minyak kelapa, bila keseringan memakan makanan yang digoreng dapat mengakibatkan radang tenggorokan, kolesterol yang dapat mengakibatkan stroke dan gangguan kesehatan lainnya, apalagi menggoreng dengan minyak kelapa yang sudah berulang kali digunakan. Sedangkan menggoreng dengan pasir, sering terjadi pasir masih menempel pada kerupuknya sehinga ikut termakan tentunya bila pasir tersebut terlalu banyak termakan dapat mengganggu kesehatan, sementara produk airfryer tenaga listrik secara kesehatan lebih baik akan tetapi listrik yang digunakan cukup besar yaitu minimum 1200 watt dengan harga alat tersebut dikisaran 3-4 juta rupiah, sedangkan dengan menggunakan microwave selain watt yang besar juga hasilnya kurang sempurna, sementara produk seperti ketel dua muka (atas bawah) seperti merk Happycall kalau digunakan untuk menggoreng kerupuk tanpa minyak, hasilnya kerupuk tidak mengembang dengan baik atau bantat.\n Masalah-masalah tersebut dapat diselesaikan dengan penelitian mendesain penggoreng kerupuk tanpa minyak goreng tanpa pasir dan tanpa listrik tapi tetap menggunakan kompor biasa.\n Akhir kontribusi orisinal dari penelitian adalah : (1) penggoreng tanpa pasir, (2) tanpa minyak, (3) tanpa listrik, (4) dan Hemat biaya.\n\nKata kunci : \nDesain penggoreng tanpa minyak, pasir dan listrik untuk rumah tangga menengah