2017 : ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN DATA RADAR SENTINEL 1A AKIBAT PENAMBANGAN EMAS DI BOMBANA SULAWESI TENGGARA

Lalu Muhamad Jaelani ST, M.Sc, Ph.D

Year

2017

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Ditemukannya lokasi tambang emas di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara pada tahun 2008, menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat perhatian masyarakat. Dengan munculnya tambang emas di Bombana selain merupakan rahmat, juga membawa masalah baru khususnya pada wilayah yang menjadi lokasi penambangan dan wilayah pesisir tempat bermuaranya air sungai yang mengalir dari daerah pertambangan. \n\nPada penelitian sebelumnya, yang diangkat dalam bentuk penelitian tesis menemukan dampak signifikan di daerah perairan akibat kegiatan ini mulai terlihat. Estimasi TSS menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun sebelum aktivitas tambang, rata – rata sebesar 57,94% pada tahun 2013 (453,51 mg/L), 53,26% pada tahun 2014 (416,54 mg/L), dan 63,46% pada tahun 2015 (498,19 mg/L). Sementara itu, estimasi Chl-a sepanjang tahun pengamatan menunjukkan perairan pesisir Kabupaten Bombana berada pada kondisi blooming. Rata – rata konsentrasi Chl-a sebesar 977,35 µg/L, 1017,16 µg/L, dan 960,00 µg/L pada tahun 2013, 2014, dan 2015 sedangkan pada tahun 2001 sebesar 3718,16 µg/L. \n\nTujuan dari penelitan kerjasama EPI-UNET ini, dengan melibatkan ITS dan UHO adalah untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di daerah pertambangan dengan menggunakan data Citra Satelit Aktif (Radar). Penggunaaan data radar dimaksudkan untuk mengatasi masalah tutupan awan di daerah studi yang mengakibatkan data permukaan tanah tidak dapat diamanati dari satelit. Kerusakan akibat aktivitas penambangan dapat dikurangi dengan pemantauan berkelanjutan melalui satelit. Hasil kajian akan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk penataan ruang kabupaten dalam pengurangan resiko bencana yang mungkin terjadi.