2013 : Studi Kelayakan Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Laut Menjadi Air Bersih di Wisata Bahari Lamongan

Prof.Ir. Wahyono Hadi M.Sc Ph.D


Abstract

Wisata Bahari Lamongan merupakan salah satu wisata di Kabupaten Lamongan yang banyak didatangi pengunjung setiap tahunnya. Namun, di Wisata Bahari Lamongan sendiri masih memiliki kekurangan dari segi kualitas air bersih yang ada. Untuk itu direncanakan pengolahan air laut menjadi air bersih guna memperbaiki kualitas air bersih. Perencanaan pengolahan pada Tugas Akhir ini menggunakan sistem Reverse Osmosis. Perencanaan pengolahan menggunakan Reverse Osmosis didasarkan pada kebutuhan air bersih, jumlah pengunjung dan hasil kualitas air baku di Wisata Bahari Lamongan. Melalui perhitungan proyeksi menggunakan perangkat lunak Minitab 16, didapatkan total kebutuhan air setiap tahunnya sebanyak 30.200 m3/hari, dengan jumlah pengunjung yang selalu bertambah setiap tahunnya, serta didapatkan hasil kualitas air baku yaitu TDS sebesar 24.200 mg/L, kadar klorida sebesar 19.500 mg/L Cl-, dengan suhu 25’C. Dengan hasil tersebut, ditentukan pengolahan menggunakan SWRO Unit tipe BETAQUA RO-SW8-15 dengan besar debit air baku sebesar 29,31 m3/jam, debit air olahan sebesar 10,26 m3/jam  dan debit air reject sebesar 19,05 m3/jam. Air reject hasil olahan dimanfaatkan sebagai air nigari dan pemanfaatan wahana kolam apung di Wisata Bahari Lamongan. Analisa yang dilakukan untuk perencanaan pengolahan ini adalah analisa teknis dan ekonomis. Analisa teknis pada perencanaan ini dikatakan layak karena peralatan memenuhi kebutuhan untuk pengolahan, seperti tekanan pada Reverse Osmosis sebesar 12 bar, kapasitas debit untuk air baku dan air bersih memenuhi syarat …