2014 : PENGARUH URBAN COMPACTNESS TERHADAP \nTINGKAT EMISI KARBON PADA SEKTOR TRANSPORTASI \nDI KOTA SURABAYA\n

Ketut Dewi Martha Erli Handayeni ST., MT.

Year

2014

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Isu perubahan iklim dan pemanasan global merupakan isu strategis yang dampaknya mulai dirasakan di Indonesia. Fenomena pemanasan global merupakan efek dari emisi gas rumah kaca (GRK) yang konsentrasinya terus meningkat di atmosfer. Peningkatan konsentrasi GRK ini dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan manusia yang menyebabkan adanya emisi (pelepasan) GRK ke udara. Kegiatan manusia pada sektor transportasi merupakan sumber utama emisi GRK di Indonesia. Produksi emisi karbon pada sektor transportasi di Indonesia diprediksi semakin meningkat hingga mencapai 180 juta ton pada tahun 2030. Hal ini bersumber dari penggunaan kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin meningkat pula. \n\nKota Surabaya sebagai kota terbesar di Jawa Timur menunjukkan tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor yang cukup tinggi hingga mencapai 5% per tahun. Disamping itu, sektor transportasi menyumbang 5,48 juta ton per tahun emisi karbon atau sekitar 96% dari total emisi udara di Kota Surabaya. Sementara, dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) Jawa Timur