2019 : PEMISAHAN ASBUTON DENGAN METODE AIR PANAS

Prof.Ir. Ali Altway M.Sc
Dr.Ir. Susianto DEA.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumberdaya alamnya. Salah satunya yang kurang terkembangkan adalah aspal Buton (Asbuton). Asbuton sendiri dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pengganti aspal minyak, yang sudah semakin sedikit. Namun kendalanya aspal dalam asbuton dilindungi oleh mineral yang perlu dipisahkan menggunakan proses tertentu. Penelitian pemisahan bitumen dari asbuton menggunakan hot water process sebelumnya telah dilakukan, tetapi bitumen yang terlepas dari mineralnya kurang maksimal. Maka dilakukannya modifikasi proses yang mempengaruhi proses pelepasan aspal tersebut, untuk meningkatkan recovery. Salah satunya dengan penambahan surfaktan Dodecyl Trimethyl Ammonium Bromide (DTAB). Fokus dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan wetting agent terhadap jumlah larutan total, konsentrasi surfaktan dan pengaruh temperatur terhadap recovery bitumen. Proses pemisahan bitumen dari asbuton dalam metode ini dilakukan melalui dua proses utama, yakni proses mixing dan digesting. Kedua proses ini dilakukan pada sebuah tangki berpengaduk disc turbine dan empat buah baffle. Proses mixing preheating dilakukan dengan cara mengaduk asbuton dengan solar yang jumlahnya 60% terhadap massa campuran solar-asbuton pada 750 rpm dengan suhu 60, 70, 80, dan 90oC selama 30 menit. Selanjutnya dilakukan proses digesting dengan mengaduk campuran solar-asbuton dengan wetting agent, yang berupa larutan surfaktan DTAB-Sealing agent (Rwa) sebesar 25% terhadap massa campuran asbuton-solar-larutan wetting agent pada 1500 rpm dengan suhu 60, 70, 80, dan 90oC selama 30 menit. Konsentrasi larutan surfaktan DTAB yang akan digunakan sebesar 0,125%, 0,25% , 0,375% dan 0,5% (% massa) dan Sealing agent sebesar 0,125%, 0,25% , 0,375% dan 0,5% (% massa). Kata kunci : asbuton, air panas, Surfaktan DTAB