2016 : Analisa Optimasi Pemanfaatan Air dengan menggunakan Linier Programming dan Goal Programming\nStudi Kasus : Waduk Lider di Kabupaten Banyuwangi\n

Nastasia Festy Margini ST, MT

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia sebagai negara agraris dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, memiliki luasan daerah irigasi yang cukup potensial. Namun dengan adanya perubahan iklim saat ini menghambat produksi pertanian karena jumlah air yang tersedia tidaklah seimbang. Seperti halnya Kabupaten Banyuwangi yang memiliki luas daerah 578.250 Ha atau 5.782,50 Km2. Kabupaten Banyuwangi juga salah satu daerah yang menghasilkan padi terbesar di Indonesia. Pada setiap musim kemarau daerah Banyuwangi khususnya bagian selatan selalu mengalami kekeringan yang dapat menyebabkan berkurangnya hasil produksi padi. Untuk itu dibuat Waduk Lider terletak di Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. \nTidak hanya cukup dengan pembangunan Waduk Lider tetapi juga disertai dengan merencanaan pola tanam dan pembagian air sebagai fungsi pengoperasian waduknya. Saat ini yang penting adalah pembagian jumlah air yang terbatas dengan adil agar tidak terjadi konflik antar petani setempat. Untuk itu dibutuhkan suatu pemodelan optimasi yang akan digunakan untuk membantu mendesain pola tanam dan pembagian air tersebut. Jadi dengan jumlah air terbatas disesuaikan tanaman apakah yang sesuai dan tidak mengurangi hasil produksi petani, serta tidak menghilangkan atribut Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu penghasil padi terbesar di Indonesia. Selain itu juga agar dapat memenuhi permintaan pemerintah daerah untuk tetap adanya tanaman tebu yang ditanam untuk bahan baku pabrik tebu di Kabupaten Banyuwangi sendiri.\nWaduk Lider pada musim hujan memiliki ketersediaan/potensi air sebesar 3.215,34 juta m3/tahun yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan adanya potensi air yang cukup besar pada Waduk Lider diharapkan mampu untuk mengairi 3863 Ha daerah irigasi.\nUntuk itu dilakukan adanya pemodelan untuk mengoptimasi pola tanam sehingga dapat meningkatkan jumlah luasan sawah yang tertanami dan hasil produksinya. Dalam pemodelan yang akan dilakukan menggunakan metode linier programming dan goal programming. Yang nantinya dicari hasil yang terbaik untuk pemodelan optimasi irigasi tersebut. \n