2014 : Pemodelan Konsentrasi Partikel Debu (PM10) pada Pencemaran Udara di Kota Surabaya dengan Metode Geographically-Temporally Weighted Regression

Drs. I Nyoman Latra M.Sc


Abstract

Konsentrasi partikel debu (PM 10) di Kota Surabaya menempati urutan pertama di Jawa Timur. Hal ini karena aktifitas penduduk Kota Surabaya yang tinggi menyebabkan polusi udara. Partikel debu (PM 10) merupakan salah satu polutan yang apabila terhisap langsung ke dalam paru-paru dan mengendap di alveoli dapat membahayakan sistem pernafasan. Dalam pemantauan kualitas udara, seringkali peralatan pengukur konsentrasi PM 10 mengalami kerusakan, sehingga data polutan tersebut tidak terukur atau tidak tersedia (missing), maka perlu dilakukan pendugaan data PM 10 pada lokasi yang tidak terukur. Salah satu metode yang digunakan adalah Geographically-Temporally Weighted Regression (GTWR) untuk memprediksi konsentrasi PM 10 dengan menggunakan parameter meteorologi. Konsentrasi partikel debu bergantung pada lokasi dan waktu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kondisi pencemaran udara di Kota Surabaya pada tahun 2010 masih dinyatakan baik dan metode GTWR memberikan hasil yang lebih akurat daripada regresi nonspasial karena dapat mengakomodasi adanya pengaruh heterogenitas spasial dan temporal pada konsentrasi partikel debu (PM 10).