2016 : Konservasi Moringa oleifera Secara In Vitro dan Uji Viabilitas-Kualitas Benih Sintetiknya

Nurul Jadid S.Si., M.Sc
Wirdhatul Muslihatin S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Tanaman kelor (Moringa oilefera) menjadi sangat langka saat ini. Penyebaran kelor juga jarang ditemukan karena perkecambahan biji dan viabilitas atau kelangsungan hidupnya rendah, dan kurangnya metode perbanyakan secara vegetative. Persebaran kelor yang terbatas merupakan alasan utama yang mendorong perlunya melakukan upaya koneservasi tanaman tersebut sehingga diperlukan teknik perbanyakan atau propagassi yang tepat untuk menghasilkan banyak benih kelor dalam waktu singkat. Salah satu teknik alternatif sebagai upaya konservasi dan mendapatkan tanaman dalam jumlah banyak dan cepat adalah menggunakan pendekatan bioteknologi tumbuhan yaitu teknologi benih sintetik melalui kultur in vitro. Teknologi benih sintetik dapat memberi keuntungan antara lain mampu disimpan dalam jangka waktu yang lama, mempermudah distribusi atau penyebaran, serta dapat melindungi benih dari penyakit. \n Penyediaan benih dan bibit unggul M. oleifera merupakan salah satu usaha yang harus dilakukan sebagai upaya konservasi plasma nutfah. Teknologi benih sintetik dengan metode enkapsulasi merupakan metode yang dipilih dalam upaya konservasi secara in vitro. Benih sintetik yang akan dihasilkan harus merupakan benih yang baik dan unggul sehingga perlu dilakukan uji viabilitas dan kualitas dengan medium seleksi. \nTujuan dari penelitian ini yaitu melakukan konservasi M. oleifera secara in vitro melalui teknologi benih sintetik dan mendapatkan benih sintetik yang viabel dengan kualitas yang unggul secara morfologi, fisiologi dan molekular\n Benih sintetik yang telah dihasilkan pada penelitian sebelumnya ditumbuhkan dalam medium seleksi perkecambahan MS yang telah dimodifikasi dengan penambahan TDZ dan IBA, serta sukrosa dengan variasi 1,3,5, dan 7%. Benih sintetik di tumbuhkan selama 8 minggu atau sampai benih sintetik berkecambah. Selanjutnya dihitung persentase perkecambahan, normalitas kecambah, kandungan klorofil kecambah, dan analisa molecular yaiu DNA kecambah. \n\nKata kunci: M.oleifera, enkapsulasi, benih sintetik, viabilitas, \n