2016 : Desain Parameter akustik ruang Pagelaran gamelan jawa

Dr. Suyatno S.Si., M.Si

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Belum terdapatnya parameter desain ruang pagelaran gamelan Jawa yang mempertimbangkan karakteristik akustik objektif maupun subjektif, menyebabkan sering kali dilakukannya modifikasi akustik ruang menggunakan sistem tata suara elektronik melalui loudspeaker. Modifikasi akustik ruang dengan cara tersebut menyebabkan penonton dan/atau pendengar semakin kehilangan makna orijinal dari seni gamelan Jawa. Sementara kemajuan teknologi yang ada, menyebabkan terjadinya pergeseran nilai serta paradigma penonton dalam menikmati sebuah pagelaran. Demikian pula halnya, paradigma ini telah pula menyebabkan pergeseran nilai orisinal yang terkandung di dalam pagelaran gamelan jawa. Kedua hal tersebut setidaknya telah menjadi latar belakang penelitian ini, yaitu karakteristik akustik ruang tertutup khusus untuk pagelaran gamelan Jawa tradisional.\nGamelan Jawa adalah kumpulan dari instrumen musik yang disebut sebagai ricikan. Oleh karena proses pembuatan dan penalaan yang khas, meskipun dari jenis dan nada yang sama, risikan mempunyai kandungan frekuensi yang tidak sama satu terhadap yang lainnya. Perbedaan kandungan frekuensi tersebut membuat frekuensi keseluruhan yang terdengar dari suatu pagelaran gamelan jawa menjadi lebih kaya.\nBerbeda dengan pagelaran music klasik (barat) pada pagelaran gamelan jawa tidak terdapat konduktor yang memimpin jalannya pagelaran. Oleh karena tidak terdapat konduktor khusus yang memimpin permainan, dalam memainkan ricikan pemain perlu mengenali suara ricikan yang lain, yang akan menentukan nada, tempo dan kekerasan suara permainan. \nSejauh ini penilaian terhadap kualitas pagelaran gamelan Jawa dilakukan secara subjektif. Penilaian demikian akan menghasilkan bias atau perbedaan hasil penilaian, tergantung pada latar belakang emosional dan pengetahuan dari penilai. Untuk itu perlu dilakukan kuantifikasi terhadap parameter subjektif guna memperoleh nilai parameter objektif ekivalen dalam menilai kualitas pagelaran. Kuantifikasi dilakukan melalui uji psikoakustik terhadap beberapa suara pagelaran yang menggambarkan beberapa karakteristik akustik ruang pagelaran. Dalam penelitian ini, suara pagelaran diperoleh melalui proses konvolusi antara suara asli hasil perekaman di studio tanpa ada penguatan secara artifisial sebagai suara asli dengan respons impuls ruang yang merepresentaskan parameter akustik Pendopo Mangkunegaran di Surakarta. Uji parameter subjektif dilakukan terhadap responden yang berasal dari pemain dan penonton. Uji psikoakustik dilakukan dengan metode test perbandingan, penilaian dan penyesuaian. Adapun parameter akustik yang hendak dicari dari hasil uji psikoakustik adalah LL, RT, C80, D50, BR, TR, dan IACC.