2014 : Stdi Kelayakan Finansial dengan Mempertimbangkan Kelangsungan Bahan Baku Khususnya Sekam Padi Pada Pengembangan Proyek Biomass Power Plant (Studi Kasus di Lombok-NTB)

Dr Christiono Utomo S.T., M.T.


Abstract

Potensi biomassa yang berupa sekam padi di NTB tersebar di kabupaten dan kota meliputi Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, Sumbawa Barat, Kota Mataram, Kota Bima dan Lombok Utara. Bahan baku sekam padi merupakan hasil limbah dari penggilingan padi yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku alternatif untuk pembangkit listrik tenaga biomassa. Pemanfaatan limbah sekam padi menjadi listrik ini akan sangat berdampak pada kesejahteraan masyarakat di NTB. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keberlanjutan ketersediaan bahan baku dan biaya transportasi limbah sekam padi untuk memastikan pasokan energi yang kontinyu, menyusun sistem desain pembangkit listrik biomasa (biomass power plant) dari bahan baku sekam padi dengan teknologi yang tersedia dan proven, serta menghitung kelayakan finansial proyek dari analisa IRR, NPV, PI, PP, serta analisa sensitivitas terhadap batas-batas kelayakan investasi. Hasil penelitian menunjukkan untuk ketersedian bahan baku sekam padi di wilayah NTB adalah sebesar 422.846 ton per tahun dan biaya transportasi limbah sekam padi dari sumber ke pembangkit listrik di Lombok Tengah sebesar Rp. 786,866,500 per tahun. Sistim desain pembangkit listrik biomasa berbahan baku sekam padi menggunakan konsep Biomas Power