2016 : DOKUMENTASI DAN INVENTARISASI BANGUNAN DAN STRUKTUR RUANG LUAR KAMPUNG KETANDAN SURABAYA\n

Ir. Murtijas Sulistijowati
Ir. Andy Mappa Jaya
Tanti Satriana Rosary Nasution S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

ABSTRAK\nUndang-Undang Republik Indonesia Nomer 5 tahun 1992 tentang Cagar Budaya, mengamanatkan dan menegaskan arti penting pelestarian benda-benda cagar budaya bagi identitas dan sejarah perkembangan sebuah kota. Kota Surabaya adalah salah satu kota yang dikenal sebagai kota pahlawan juga mempunyai sejarah perkembangan kota tua. \nKebijakan Pemerintah kota Surabaya untuk mengiantisipasi perkembangan kota yang sangat cepat dan penuh pengaruh intervensi komersial, melakukan kebijakan untuk tetap menjaga dan melestarikan kawasan kawasan tua yang ada dikota yang telah menjadi identitas dan sejarah perkembangan kota. Kampung Ketandan adalah salah satu kawasan tua di kota Surabaya, letaknya strategis dan merupakan kampung yang dikelilingi oleh bangunan bangunan komersial di CBD kota Surabaya, sangat tepat untuk dijadikan kampung wisata yang terhubung langsung dengan kawasan wisata Tunjungan Kampung ini terletak ditengah kota, dan merupakan kesatuan kawasan Tunjungan yang ditetapkan untuk dikembalikan keindahan dan keunikan arsitekturalnya serta menjadikannya sebagai kawasan wisata di Surabaya. \nSebelum ditetapkannya kebijakan dan aturan daerah yang mengatur tentang bangunan dan kawasan bersejarah kawasan Tunjungan sebagai benda cagar budaya, kota Surabaya, maka perlu adanya kegiatan penelitian yang meliputi inventarisasi dan pemetaan serta kajian terhadap usaha-usaha pengklasifikasian / pengkategorian bangunan bangunan yang bepotensi untuk menjadi identitas kawasan. \nUntuk itulah penelitian Pendokumentasian dan Inventarisasi bangunan bangunan dan struktur kampung Ketandan diperlukan unt mendapatkan tipologi bangunan yang mampu menjadi identitas kampung Surabayan dan terindentifikasinya struktur pembentuk ruang ruang luar yang merupakan potensi kampung untuk difungsikan sebagai ruang publik. \nDengan demikian hasil identifikasi tipe bangunan dan struktur ruang luar akan mampu menyadari potensi kampungnya dan mendorong masyarakatnya untuk turut menjadikan kampung Ketandan sebagai wisata kampung lama yang hidup secara mandiri dan berkelanjutan.\n