2014 : Analisa Sea Surface High Di Wilayah Pesisir Menggunakan Metode Retracking Waveforms (Studi Kasus : Laut Jawa)\n

Yanto Budisusanto S.T., M.Eng.
Khomsin ST., MT
Ira Mutiara Anjasmara ST, M.Phil, Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Wilayah Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, \n\nMedan, Makasar, dan Balikpapan terletak di wilayah pesisir atau dengan kata lain terletak di \n\ntepi pantai. Fenomena global warming, permukaan air laut dari waktu ke waktu mengalami \n\nkenaikan yang signifikan yang pada akhirnya akan berpengaruh pada aktifitas di daratan. \n\nSalah satu indikator yang bisa digunakan untuk mengetahui kenaikan air laut adalah dengan \n\nmelakukan pengamatan tinggi permukaan air laut atau sea surface high (SSH). \n\n Pengukuran SSH dari satelit altimetri pada daerah pesisir (coastal area) mengalami \n\nbanyak error atau noise yang tinggi. Error ini disebabkan oleh kompleksitas daerah pesisir \n\nseperti morfologi pantai, vegetasi dan aktifitas manusia. (Deng,2003). Dengan adannya \n\nbeberapa error pengukuran SSH di daerah pesisir, maka perlu dilakukan suatu penelitian \n\nterkait dengan metode untuk mendapatkan nilai SSH