2014 : ANALISA BATAS DAERAH ALIRAN SUNGAI DARI DATA ASTER GDEM TERHADAP DATA BPDAS (STUDI KASUS: SUB DAS BUNGBUNTU DAS TAROKAM)

Dr.Ir. Muhammad Taufik


Abstract

Pemetaan batas daerah aliran sungai (DAS) merupakan salah satu parameter utama yang digunakan sebagai batasan penentuan kondisi tutupan lahan dan geomorfologi pada DAS. Ketersediaan data Digital Elevation Model (DEM), dapat dimanfaatkan sebagai pengelolaan DAS dalam bentuk pemetaan batas DAS serta mendapatkan kondisi geomorfologi DAS. Sayangnya keberagaman produk data DEM sering menimbulkan pertanyaan bagi pengguna tentang produk data DEM manakah yang sebaiknya digunakan dalam penelitiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil perbandingan dari batas DAS yang diolah yaitu menggunakan data ASTERGlobal Digital Elevation Model (GDEM) terhadap data Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup pra pengolahan, pengolahan, dan kartografis. Pada pra pengolahan citra proses yang dilakukan antara lain pemotongan citra DEM, koreksi geometrik, ekstraksi garis kontur Peta RBI ke DEM, pengkoreksian jaringan sungai BPDAS terhadap Peta RBI. Pada tahap pengolahan dilakukan analisa hidrologi permukaan pada data DEM untuk mendapat batas DAS. Pada tahap akhir dilakukan kartografi untuk pembuatan peta batas dimana data batas ditampalkan. Berdasarkan hasil penelitian, secara kuantitatif nilai morfometri hasil pengolahan ASTER GDEM menunjukkan nilai yang berbeda dengan data BPDAS, tetapi masih dalam rentang kelas benuk DAS yang sama.