2013 : Pemodelan Kasus Balita Gizi Buruk di Kabupaten Bojonegoro dengan Geographically Weighted Regression

Ir. Mutiah Salamah Chamid


Abstract

Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Bojonegoro memiliki kondisi balita gizi buruk yang bervariasi antar kecamatan pada tahun 2011, sehingga diperlukan adanya suatu pemodelan untuk mengatasi hal tersebut. Pemodelan dengan menggunakan regresi linear belum tentu cocok diterapkan di seluruh kecamatan karena setiap kecamatan memiliki karakteristik yang berbeda. Metode Geographically Weighted Regression merupakan metode yang memperhitungkan faktor spasial sebagai variabel bebas yang mempengaruhi variabel respon, sehingga metode ini dapat digunakan sebagai pemodelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi kondisi kasus balita gizi buruk dengan menggunakan GWR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GWR memiliki nilai koefisien determinasi (R 2) yang lebih tinggi sebesar 92, 25% dibandingkan dengan OLS yang hanya sebesar 56, 1%. Nilai AIC yang dihasilkan pada model GWR juga lebih kecil jika dibandingkan dengan AIC pada OLS, yaitu sebesar-64, 4284 untuk model GWR dan-18, 7787 untuk model OLS. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya kasus balita gizi buruk secara keseluruhan di Kabupaten Bojonegoro adalah persentase ibu yang mendapat tablet Fe3, balita yang ditimbang, ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan, bayi yang melakukan kunjungan bayi, rumah tangga yang ber-PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), dan posyandu aktif.