2015 : Kajian Karakteritik Gempa Tektonik di Jawa Akibat Pertemuan Lempeng IndoAustraliaSeismotektonik-Eurasia.

Ir. Yuwono MT.
Meiriska Yusfania S.T., M.T.

Year

2015

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Wilayah Indonesia dan area disekelilinginya merupakan daerah pertemuan lempeng yang sangat rumit terdiri dari subduksi, collision (tubrukan), patahan back-arc, dan back-arc. Sebagai hasilnya, wilayah ini dianggap salah satu area dengan kegiatan tektonik paling aktif di dunia [Hamilton, 1979]. \n\nFrekuensi yang jarang dan skala lebih kecil berlangsung relatif secara aseismik (tidak menghasilkan getaran) di sepanjang Jawa di mana subduksi dasar laut yang lebih tua berada [Meilano, 2006]. Hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut sejak gempa yang menelan korban terjadi dalam 20 tahun terakhir. Gempa pertama magnitude 7.7 berlangsung tahun 1994 menyebabkan tsunami, gempa Yogyakarta Mei 2006, gempa Pangandaran Juli 2006 yang menyebabkan tsunami, gempa Jawa Barat 2009 dengan magnitude 7 pada tahun 2009 yang juga banyak menimbulkan korban, kemudian gempa Kebumen 2014 yang mengakibatkan kerusakan di wilayah Cilacap dan Banyumas.\n\nPenelitian ini bertujuan menggambarkan gempa-gempa yang pernah terjadi di Jawa pada zona