2017 : Studi potensi pasar dan manajemen risiko \n rantai pasok perikanan laut dalam\n

Dr.Ir. Mokh Suef M.Sc (Eng)
Putu Dana Karningsih ST, M.Eng.Sc, Ph.D
Nani Kurniati ST.
Dewanti Anggrahini ST, MT


Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang memiliki sumber daya alam yang melimpah baik di darat, laut maupun kandungan dalam tanah. Komoditas perikanan merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia. Hal ini didasarkan oleh pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2014 untuk sektor perikanan yaitu sekitar 6,97% yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan PDB nasional (5,1%). Ikan, selain sebagai komoditas unggulan, namun juga merupakan salah satu bahan makanan yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan protein masyarakat sehingga berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Rata-rata konsumsi ikan di dunia per kapita per tahun mencapai 20.2 kg di tahun 2013-2015 dan diproyeksikan di tahun 2025 akan naik hingga 21,8 kg yang sejalan dengan meningkatnya populasi penduduk dunia. Hal ini merupakan peluang dan juga tantangan bagi Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan ikan di dunia. Selama ini Indonesia berada di peringkat kedua dalam hal pemenuhan kebutuhan ikan di dunia setelah Tiongkok. Pemenuhan kebutuhan ikan di dunia umumnya dicapai dengan melalui penangkapan ikan di laut dan di daratan dan juga melalui budidaya dengan metode akuakultur. Saat ini produksi ikan melalui akuakultur sudah semakin meningkat dan diperkirakan di masa datang dapat melampaui jumlah produksi ikan tangkap. Hal ini merupakan suatu potensi yang seharusnya dapat dikembangkan terutama di Indonesia, karena metode akuakultur memiliki banyak keunggulan terutama dalam hal turut menjaga kelestarian ikan demi keberlanjutan perikanan Indonesia. Untuk itu, sangat diperlukan sebuah studi untuk mengetahui peluang untuk memasarkan ikan dari Indonesia dan juga mengidentifikasi kemampuan Indonesia dalam menyediakan kebutuhan ikan dunia. potensi pasar ikan Indonesia dengan menggunakan metode akuakultur. Disamping itu, sangat juga diperlukan pemetaan rantai pasok ikan mulai dari hulu sampai hilir dan potensi risiko-risiko yang dapat menghalangi pemenuhan kebutuhan ikan dunia. Dengan demikian, dapat diformulasikan rekomendasi strategi untuk menghilangkan, menghindari atau mengurangi terjadinya potensi risiko tersebut. Harapannya dengan penelitian ini yang merupakan salah satu mata rantai penelitian di Pusat Studi Kelautan , hasilnya akan diintegrasikan sehingga menjadi suatu sebuah studi yang komprehensif sehingga dapat memberikan masukan yang konkrit untuk instansi terkait misal Departemen Kelautan dan Perikanan Indonesia serta menjadikan Pusat Studi Kelautan ITS menjadi acuan bagi penelitian terkait akuakultur di Indonesia.