2021 : Smart Climate Risk Management

Prananda Navitas ST, M.Sc.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perubahan iklim merupakan salah satu isu global. Tujuan ke 13 Sustainable Development Goals (SDGs) menekankan pada penanganan perubahan iklim melalui penerapan aksi-aksi untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya. Salah satu bencana yang dipengaruhi oleh perubahan iklim adalah banjir. Kondisi cuaca ekstrim khususnya heavy precipitation merupakan salah satu penyebab terjadinya bencana banjir. Surabaya termasuk salah satu daerah yang rawan terhadap bencana banjir, yang juga disebabkan oleh kejadian hujan lebat dengan intensitas melebihi normal. Mengingat kerugian yang ditimbulkan oleh kejadian banjir cukup signifikan, maka perlu dilakukan langkah mitigasi bencana, salah satunya adalah mengantisipasi kejadian ekstrim dengan cara melakukan prediksi kejadian-kejadian ekstrim yang akan datang beserta peluang kejadiannya. Sistem penanggulangan banjir telah dikembangkan oleh PUSLIT MKPI ITS dilengkapi dengan portable i-meteorology untuk validasi kondisi cuaca di lapangan. Alat ini dilengkapi dengan 4 buah sensor terhubung pada modul portable yang dapat mengirim data hasil pengukuran ke empat sensor beserta lokasi pengukuran melalui jaringan internet, sehingga data pengukuran dapat dijadikan sebagai validasi curah hujan di suatu lokasi. Indikator lainnya terjadinya banjir yaitu intensitas curah hujan yang tinggi di Kota Surabaya sehingga debit air yang melebihi kapasitas tampungan saluran dan sungai menggenangi jalan-jalan utama dan permukiman penduduk. Kondisi ini diperparah dengan cuaca ekstrim yang terjadi akibat perubahan iklim. Untuk mengetahui pola cuaca maka diperlukan suatu metode yang efisien dan berkelanjutan dalam pemantauan partikel fisik di atmosfer yang dapat mempengaruhi intensitas curah hujan. Salah satu partikel yang perlu diobservasi yaitu precipitable water pavour (PWP), yang dapat diekstraksi dari pengukuran radar penginderaan jauh yaitu menggunakan teknik radar interferometry. Pada penelitian kolaborasi ini ditusulkan tiga Sub Judul penelitian mengangkat topik perubahan iklim. Sub Judul 1 bertujuan untuk mengembangkan model prediksi kejadian hujan ekstrim di Surabaya menggunakan machine learning. Sub judul 2 bertujuan untuk membuat sistem monitoring parameter yang mempengaruhi kondisi cuaca (suhu, kelembaban, curah hujan, kecepatan angin dan intensitas cahaya matahari) berbasis IoT sebagai upaya untuk memprediksi kondisi cuaca secara presisi dan akurat. Sub judul 3 bertujuan untuk melakukan monitoring precipitation water pavour menggunakan multi-temporal radar interferometry. Luaran yang dihasilkan berupa jurnal internasional bereputasi serta rancangan sistem dan perangkat untuk memprediksi kondisi cuaca.