2021 : PENGEMBANGAN SISTEM PENGANGGARAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

Indah Kurnia Sari, S.Si
Indah Kurnia Sari S.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai bagian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, wajib melaksanakan pengadaan barang dan jasa dalam rangka pemenuhan kebutuhan barang dan jasa, seperti yang tertera pada Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 12 tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dan Peraturan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Nomor 35 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Dana Non Penerimaan Negara Bukan Pajak Institut Teknologi Sepuluh Nopember bahwa Pengadaan Barang/Jasa ITS yang selanjutnya disebut dengan Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh barang/jasa oleh ITS yang pelaksanaannya dilakukan secara terintegrasi dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh barang/jasa. Dalam rangka melakukan penyusunan rencana anggaran pengadaan barang dan jasa, seluruh unit di ITS menggunakan aplikasi berbasis web yaitu SIM RBA yang telah disediakan oleh Direktorat Perencanaan dan Pengembangan. Proses pengadaan barang dan jasa dimulai dari identifikasi kebutuhan pada suatu unit, pengalokasian anggaran, pengentryan kebutuhan barang dan jasa pada SIM RBA. Setelah itu unit membuat usulan rencana umum pengadaan (RUP) dan meminta persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen. Kemudian Pejabat Pembuat Komitmen akan berkirim surat pada Direktorat Perencanaan dan Pengembangan untuk dilakukan pengentryan RUP ke aplikasi SIRUP. Semua proses ini dilakukan secara manual oleh unit. Kendala proses pengajuan manual seperti ini adalah memakan waktu yang lebih lama karena proses persetujuan pejabat pembuat komitmen masih manual menggunakan hardcopy selain itu format rencana umum pengadaan yang diusulkan oleh unit tidak seragam, sehingga menimbulkan beberapa permasalahan antara lain salah penulisan pagu, salah perhitungan total, salah penamaan paket pengadaan sehingga harus beberapa kali melakukan verifikasi dan klarifikasi. Hal ini mengakibatkan proses pengadaan membutuhkan waktu yang lebih lama dan tingkat validitas menurun. Agar proses pengadaan dapat berjalan lebih cepat, diperlukan adanya format rencana umum pengadaan yang tersistem dan terintegrasi dengan SIM RBA, sehingga perlu 5 dilakukan pengembangan pada sistem penganggaran pengadaan barang dan jasa untuk mempermudah dan mempercepat proses pengadaan di lingkungan ITS. Sistem Penganggaran Pengadaan Barang dan Jasa diharapkan mampu memperpendek alur pengajuan rencana umum pengadaan dan menyeragamkan format usulan rencana umum pengadaan sehingga Rencana Umum Pengadaan ITS menjadi lebih baik.