2021 : Storytelling Game Graphic Adventures sebagai Media Pendukung Terapi Perilaku Kognitif (CBT) pada Penderita ADHD

Octaviyanti Dwi Wahyurini ST., M.AppDesArt., P

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan suatu sindrom neuropsikiatri gangguan pemusatan perhatian (inatensi) dan hiperaktivitas atau impulsivitas yang tinggi. WHO (World Health Organization) merilis data bahwa setidaknya 5-8% anak di dunia mengalami ADHD yang tidak jarang akan berlanjut hingga anak tersebut dewasa. Jika tidak segera ditangani ADHD dapat mengganggu produktivitas dan kehidupan sosial penderita. Tipe ADHD dibagi menjadi tiga berdasarkan gejala major nya, yaitu inatensi, hiperaktivitas/impulsivitas dan kombinasi dari keduanya. Ada banyak cara pengobatan penderita ADHD, salah satunya yaitu psikoterapi. Psikoterapi sendiri adalah serangkaian prosedur penanganan gangguan psikologis tanpa obat-obatan dan dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Beberapa jenis psikoterapi yang disarankan untuk penderita ADHD adalah terapi perilaku kognitif atau CBT, psikoedukasi, dan pelatihan interaksi sosial. Setiap jenis psikoterapi memiliki fokusan tersendiri yang pemilihannya didasarkan oleh jenis ADHD yang diderita oleh pasien. Salah satu terapi psikososial yang dapat diberikan pada penderita ADHD adalah terapi perilaku kognitif yang biasa disingkat dengan CBT atau cognitive behavioural therapy. Menurut Tanoyo (2013) penderita ADHD tidak akan mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian ketika melakukan hal yang disukainya. Hal yang sama diungkapkan oleh Blomqvist (2006) bahwa penderita ADHD memiliki kesulitan untuk fokus saat pemeriksaan medis berlangsung, sehingga dibutuhkan sebuah media pendukung untuk memberi motivasi dan menjaga fokus penderita selama berlangsungnya terapi. Dengan menggunakan game-based cognitive training, terapi akan memiliki stimulan visual sehingga mendorong penderita untuk termotivasi menyelesaikan tugas yang ada. Perancangan permainan ini menggunakan metode Mechanics Dynamic and Aesthetics Framework sebagai panduan kerangka kerja gamifikasi dan uji play-testing untuk pengujiannya. Metode lainnya yang digunakan adalah depth interview bersama dokter poli kejiwaan tentang terapi psikososial ADHD dan evaluasi luaran dari perancangan ini. Game ini dirancang untuk melatih fungsi kognitif yang dapat dipersonalisasi oleh pengguna. Game akan mengambil konsep storytelling dan penyelesaian graphic adventures yang akan didukung dengan pembuatan beberapa karakter utama sehingga pengguna merasa lebih dekat dengan game tersebut. Game ini akan dibatasi hanya digunakan untuk keperluan CBT dengan menggunakan teknik reward and punishment.