2021 : RANCANG BANGUN ROV UNTUK INSPECTION OF FLOATING REPAIR SEBAGAI PENDUKUNG FLAGSHIP iBOAT

Arif Wahjudi ST., MT., Ph.D.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia merupakan negara maritim kepulauan yang sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah perairan. Oleh karena itu, transportasi laut merupakan transportasi yang banyak dijumpai untuk menghubungkan antara pulau satu dengan yang lain. Setiap peralatan transportassi laut pasti memerlukan perbaikan/maintenance secara periodik mengingat lambung kapal selalu tercelup ke dalam air. Ada dua model perbaikan kapal yaitu perbaikan di atas dock dan perbaikan di perairan. Perbaikan di atas dock memang memudahkan dalam hal inspeksi dan perbaikan karena operator inspeksi dan perbaikan dapat langsung melihat lambung kapal secara langsung, tetapi prosesnya membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar. Inspeksi pada model perbaikan tidak di atas dock memiliki kelebihan waktu yang dibutuhkan menjadi dapat dipersingkat karena kapal tidak perlu dinaikkan ke dock, tetapi perlu perlu peralatan khusus yang dapat menyelam dan agar dapat digunakan untuk menginspeksi bagian bawah lambung kapal yang tercelup dalam air. Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi juga semakin maju termasuk teknologi (technology) dalam pengolahan image. Dengan memanfaatkan pengolahan image, image yang berasal dari pengambilan data melalui sebuah kamera dapat diinterpretasi lebih baik. Inspeksi lambung kapal yang tercelup di dalam air tidak dilakukan oleh operator inspeksi, melainkan akan dilakukan dengan memanfaatkan teknik pengolahan image sehingga image yang diperoleh dari lingkungan dalam air yang memiliki keterbatasan cahaya dan berbagai halangan tetap dapat diinterpretasi dengan baik. Hasil pengolahan image dapat secara real time dilihat oleh operator inspeksi di atas permukaan air. Selain menerapkan teknik pengolahan image, peralatan inspeksi juga harus menggunakan sistem pengendalian agar dapat dioperasikan dari atas pemukaan laut. Sistem pengendali yang digunakan adalah sistem pengendali semi otomatis, dimana masih membutuhkan campur tangan operator dalam proses pengendaliannya melalui sebuah controller stick. Antara pegendali termasuk controller stick dan peralatan inspeksi akan dihubungkan dengan kabel agar lebih aman dan terhindar dari kehilangan akibat terbawa arus air. Pengendali ini digunakan untuk mengatur 6 buah thruster sebagai penggerak peralatan inspeksi di dalam air. Dengan melihat cakupan diatas, maka dalam penelitian (research) ini akan diusulkan 3 sub penelitian untuk memenuhi kebutuhan inovasi (innovation) dalam bidang perbaikan kapal. Sub penelitian pertama akan merancang dan membangun platform ROV yang digerakkan oleh 6 buah thruster sehingga dapat bergerak secara leluasa di dalam air. Platform ini akan membawa 2 buah kamera beserta peralatan lighting, dimana kamera pertama digunakan untuk melakukan inspeksi lambung kapal sedangkan kamera kedua digunakan untuk navigasi. Hasil dari kamera-kamera tersebut dikirim ke operator secara real time melalui sambungan kabel. Untuk mengolah hasil dari kamera-kamera tersebut, sub penelitian kedua diusulkan untuk merancang dan membangun sistem pengolahan image agar dapat dikirim ke operator secara real time dan dapat diinterpretasi dengan baik. Sub penelitian ketiga diusulkan untuk merancang dan membangun sistem kendali untuk ke enam thruster agar platfom ROV dapat diarahkan dengan baik dan untuk kamera navigasu agar kamera dapat digerakkan ke berbagai arah untuk keperluan navigasi.