2021 : PEMODELAN TSUNAMI DAN GEMPA BUMI DENGAN DENGAN MENGGUNAKAN IONOSFER RADIO OKULTASI-GNSS SEBAGAI EARLY WARNING SYSTEM

Ira Mutiara Anjasmara ST, M.Phil, Ph.D
Mokhamad Nur Cahyadi ST.,M.Sc.,Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Penelitian terkait pengamatan ionosfer menggunakan GNSS dengan metode kombinasi ionospheric, integrasi dengan FORMOSAT, dan pemodelan tomografi telah sering dilakukan guna mendapatkan informasi karakteristik lapisan ionosfer sesaat setelah gempa bumi terjadi. Tidak hanya terkait dengan karakteristik lapisan ionosfer sesaat setelah gempa bumi, pengamatan ionosfer menggunakan GNSS pun dilakukan guna mendeteksi munculnya tsunamigenic ionospheric hole (lubang pada lapisan ionosfer diakibatkan tsunami) pada lapisan ionosfer sesaat setelah tsunami terjadi. Tujuan utama dalam pengamatan ionosfer menggunakan GNSS guna mendapatkan informasi terkait dengan anomali Total Electron Content (TEC) pada lapisan ionosfer yang berubah yang disebabkan oleh gelombang akustik yang berjalan dari epicenter gempa bumi bergerak secara vertikal ke lapisan ionosfer pada belasan menit setelah gempa bumi terjadi. Pada penelitian ini hubungan antara pendeteksian gangguan ionosfer yang disebabkan oleh gempa bumi dan pendeteksian gangguan ionosfer yang menimbulkan tsunamigenic ionospheric hole (TIH) yang disebabkan oleh tsunami. Kedua fenomena gangguan ionosfer tersebut dapat diteliti untuk mendapatkan informasi spasial anomali TEC menggunakan pemodelan tomografi. Dari hubungan analisa tersebut dapat digunakan untuk perancangan tsunami early warning system, yakni mendukung mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami di masa mendatang. Gangguan pada ionosfer ini juga bisa berfungsi memodelkan energi tsunami dan gempa yang menyebabkan energi gelombang acoustic wave yang berpropagasi hingga lapisan ionosfer. Penelitian ini bertujuan guna mendukung sustainable development goals yaitu untuk menguatkan daya tahan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim dan bencana alam. Penelitian ini merupakan bertujuan untuk meningkatkan hubungan kerjasama antara perguruan tinggi baik dalam negeri, dalam hal ini adalah antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan Universitas Gadjah Mada dan kerjasama internasional yaitu Nanjing University of Information Science and Technology, China.