2020 : Studi Efektivitas Teknologi Enkapsulasi Propagul Mikorhiza Sebagai Biofertilizer Menggunakan Bahan Penyalut Yang Berbeda Dengan Indikator Pertumbuhan Tanaman Jagung

Dr. Tutik Nurhidayati S.Si,M.Si.
Kristanti Indah Purwani S.Si., M.Si
Dini Ermavitalini S.Si., M.Si
Dr. Nurul Jadid S.Si., M.Sc
Wirdhatul Muslihatin S.Si., M.Si.


Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam kerangka tindak lanjut mendukung capaian rencana strategis yang mendukung pusat peneltian Agri-Food dan Bioteknologi dengan kajian Technology for agriculture and sub-marginal land use , khususnya Biofertilizer. Fokus kajian pada penelitian ini adalah mendapatkan formula pupuk hayati (biofertilizer) yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi dengan teknologi enkapsulasi. Enkapsulasi merupakan teknik pembuatan inoculum cendawan mikoriza arbuscular (CMA) dengan menggunakan bahan penyalut. Bahan penyalut adalah bahan yang digunakan untuk melapisi inti dengan tujuan melindungi gangguan terhadap pengaruh lingkungan, meningkatkan stabilitas dan mencegah kerusakan. Selain itu bahan penyalut harus mampu memberikan suatu lapisan tipis yang kohesif dengan bahan inti, dapat bercampur secara kimia, tidak bereaksi dengan inti (bersifat inert), dan mempunyai sifat yang sesuai dengan tujuan penyalutan. Bahan penyalut yang digunakan dapat berupa polimer, semi sintetik maupun sintetik. Bahan tersebut diantranya Na- alginat, gel-agar, tepung tapioka dan whey. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi beberapa bahan penyalut sebagai bahan enkapsulasi CMA dan inefektifitasnya pada tanaman jagung. Tahapan pertama penelitian ini mencari komposisi bahan enkapsulasi spora CMA dengan beberapa bahan penyalut yaitu Na-alginat, agar padat dan nutri -jel. Pengamatan meliputi uji kualitatif dengan melihat bentuk morfologi kapsul dan kekenyalannya. Tahap kedua yaitu penentuan jumlah spora dalam bahan enkapsulasi. Pengamatan melaui uji kualitatif dengan melihat persentase kapsul yang berisi spora dan efisiensi jumlah spora yang diberikan. Tahapan selanjutnya yaitu inefektivitas CMA pada tanaman inang jagung, dengan membandingkan tanaman jagung dengan bahan enkapsulai dan kontrol. Pengamatan meliptui uji kualitatif dengan melihat ada tidaknya organ CMA (vesikula, arbuskula dan hifa) serta uji kuantitatif pertumbuhan tanaman jagung (tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun). Target luaran penelitian adalah prototipe teknologi enkapsulasi dan Publikasi Ilmiah. Kata Kunci: Bahan Penyalut, Enkapsulasi, Mikoriza, Tanaman Jagung