2020 : Pembiayaan Pendidikan Tinggi: Menilai Kelayakan Sistem Pinjaman Pendidikan

Aurelius Ratu S.S, M.Hum
Banu Prasetyo S.Fil., M.Phil.
Lienggar Rahadiantino S.E.,M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sebagian besar pendidikan tinggi di Indonesia didanai oleh biaya pribadi. Kontribusi biaya pribadi berupa biaya sekolah dan retribusi lainnya merupakan tiga perempat dari total pengeluaran pendidikan tinggi. Hal ini mengakibatkan rendahnya hanya 25% penduduk usia 19-24 tahun yang menempuh pendidikan tinggi pada tahun 2010. Dari seluruh mahasiswa, 55% berasal dari kelompok ekonomi atas, sementara 2,6% lainnya berasal dari kelompok ekonomi bawah. Padahal kesetaraan akses pendidikan tinggi merupakan salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di Indonesia. Untuk meningkatkan akses ke pendidikan tinggi, siswa memerlukan dukungan dari kebijakan pembiayaan pemerintah yang lebih baik, terutama yang berasal dari latar belakang yang kurang beruntung. Namun, pada kenyataannya dana bantuan pendidikan (beasiswa) tidak memberikan dampak maksimal, sehingga untuk mencukupi kebutuhan mereka harus mengeluarkan biaya pribadi. Padahal pendidikan merupakan salah satu indikator pembentuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam mendorong kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Oleh karena itu, gagasan baru pemerintah adalah pemberian pinjaman pendidikan untuk mahasiswa (student loan). Ada dua jenis sistem pinjaman siswa. Jenis pertama adalah pinjaman jenis hipotek yang periode pembayarannya telah ditetapkan. Jenis pinjaman ini biasanya memiliki beban pembayaran yang tinggi, sehingga rentan memiliki risiko gagal bayar. Tipe kedua adalah pembayaran berbasis pendapatan/income-contingent loan (ICL), di mana peminjam mulai membayar setelah pendapatan mereka mencapai batas tertentu. Oleh karena itu, panjang pembayaran tidak diperbaiki dimuka. Ini adalah skema yang telah berhasil dipraktikan di banyak negara seperti Australia, Swedia, Inggris, dan Jerman. Dalam memulai kajian ini, kami menggunakan kerangka analisis dan pengembangan teoretis dengan alat matematika (analytical tools) untuk memperhitungkan efektivitas pembiayaan pendidikan. Pada tahap observasi, kami menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode questioner dan wawancara, serta didukung data sekunder untuk mengetahui berapa besar efektifitas dana pinjaman dalam meningkatkan pendidikan, terutama di Jawa Timur dengan ITS sebagai sampling penelitian. Kata Kunci: penjaman pendidikan, perguruan tinggi, Jawa Timur