2021 : Assessing COVID-19 in Surabaya Raya Using Modified SIR Model in Smart Health Care

Jerry Dwi Trijoyo Purnomo S.Si, M.Si., Ph.D

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Infeksi coronavirus adalah penyakit yang disebabkan oleh virus baru yang belum pernah terindentifikasi pada manusia sebelumnya. Virus baru ini termasuk dalam kelompok yang menyebabkan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Penyakit ini menjadi sorotan dunia karena kemunculannya di akhir tahun 2019 di Wuhan, China, sehingga juga dinamakan COVID-19 (Coronavirus Disease 19). Selain di China, COVID-19 menyebar dengan cepat ke negara lain termasuk Indonesia. Sampai dengan saat ini lebih dari satu juta penduduk Indonesia terinfeksi COVID-19. Sebuah model untuk mengukur dan mencegah berlanjutnya penyebaran COVID-19 di Indonesia sangat dibutuhkan untuk menyediakan layanan smart health care. Metode SIR (Susceptible, Infected, dan Recovered) adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memprediksi COVID-19, karena dengan mengetahui jumlah kasus yang susceptible, infected, dan recovered setiap harinya, pemodelan matematika untuk mengidentifikasi efek perilaku dari pandemik COVID-19 dapat dilakukan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan penyebaran COVID-19. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang kesehatan yaitu menjamin hidup yang sehat, dan meningkatkan kesehatan/kesejahteraan bagi semua pada semua usia. Diantara upaya pemerintah tersebut adalah pemberlakuan program 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Dalam hal untuk mengurangi mobilitas, pemerintah menerapkan program pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Lebih lanjut, program pembatasan mobilitas ini didukung oleh program vaksinasi nasional yang mulai dicanangkan oleh pemerintah di awal tahun 2020 untuk mengendalikan penyebaran COVID-19. Pelaksanaan program PSBB, PPKM, dan vaksinasi sampai dengan saat ini masih difokuskan pada daerah dengan jumlah penderita COVID-19 terbanyak di Indonesia, yang salah satunya adalah Surabaya Raya yang mencakup kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo. Metode SIR juga dapat digunakan untuk menilai efektivitas program-program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah terhadap pengendalian penyakit COVID-19. Namun, mengingat program-program yang dicanangkan pemerintah ini bersifat spesifik, dan mungkin berbeda konsepnya dengan program yang dicanangkan oleh negara lain, maka model SIR yang konvensional kurang tepat untuk digunakan. Dalam penelitian ini akan dikembangkan model SIR yang dapat mengakomodasi dan menjelaskan efek PSBB, PPKM, dan vaksinasi terhadap penyebaran COVID-19. Penelitian ini akan berfokus pada data COVID-19 di Surabaya Raya, mengingat jumlah penderita COVID-19 di daerah tersebut termasuk yang tertinggi di Indonesia, dan daerah tersebut telah menjalankan semua program pemerintah tersebut.