2021 : PENGARUH ETIL METANA SULFONAT (EMS) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.)DARI PULAU POTERAN MADURA

Wirdhatul Muslihatin S.Si., M.Si.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan sayuran umbi yang multiguna, dapat digunakan sebagai bumbu masakan, sayuran, penyedap masakan, disamping sebagai obat tradisional karena efek antiseptik senyawa anilin dan alisin yang dikandungnya. Konsumsi bawang merah di Indonesia setiap tahun meningkat dengan produksi yang tidak stabil Rendahnya produktivitas bawang merah saat ini karena sedikitnya kultivar-kultivar unggul . Salah satu cara mendapatkan kultivar unggul adalah dengan induksi mutasi menggunakan Ethyl methanesulfonate (EMS). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh EMS terhadap pertumbuhan umbi bawang merah. Penelitian ini menggunakan umbi yang berasal dari pulau Poteran Madura. Umbi direndam pada EMS dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0% (kontrol), 0.1%, 0.2%, 0.3%, 0.4%, 0.5% selama 30 menit. Umbi ditanam pada media tanam selama 30 hari. Paramaeter yang diukur pada penelitian ini yaitu; tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi,berat basah umbi, dan berat kering umbi. Pemberian EMS dengan berbagai konsentrasi memberikan pengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah umbi dan berat basah umbi. Namun pemberian EMS tidak berpengaruh terhadap parameter jumlah daun dan berat kering. Tanaman dengan tinggi, berat basah dan jumlah umbi paling tinggi yaitu pada konsentrasi 0,1%, sedangkan paling rendah yaitu konsentrasi 0,5%.