2021 : PENGEMBANGAN MODEL TATA NIAGA GARAM DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN PETAMBAK

Prof.Dr.Ir. Budi Santoso M.E.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Garam merupakan kebutuhan pokok sehari – hari yang tidak tergantikan dan keadaan ini menempatkan garam sebagai komoditas yang selalu dijaga kestabilan harga dan ketersediaannya di pasaran. Peningkatan kebutuhan garam tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah produksi sehingga pemenuhan dilakukan dengan impor. sistem tata niaga garam di Indonesia belum efisien dan efektif. Selama ini petambak tidak pada pihak yang menentukan harga garam, mereka hanya berperan sebagai penerima harga. Struktur pasar garam di Indonesia cenderung berbentuk oligopoli. Struktur pasar yang oligopolistik berdampak pada penguasaan pasar garam oleh tengkulak. Sistem tata niaga garam belum efektif karena posisi tawar antara petambak dengan tengkulak menempatkan petambak selalu pada posisi yang lemah. Dalam usaha meningkatkan pendapatan petambak garam melalui peningkatan posisi tawar maka diperlukan sebuah pengembangan model tata niaga garam. Pengembangan model tata niaga garam dilakukan dengan cara menambahkan entitas baru yaitu koperasi. Koperasi harus mampu berperan aktif seperti pedagang dan tengkulak lainnya dalam hal menentukan harga dan pasar garam. Selama ini koperasi hanya berperan sebagai media simpan pinjam. Peningkatan peran koperasi diperlukan dalam hal struktur rantai tata niaga dan kebijakan yang akan diambil oleh masing – masing pemain dalam tata niaga garam konsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh model relasi petambak, pedagang, tengkulak dan koperasi guna mengembangkan skenario kebijakan tata niaga garam nasional yang mampu meningkatkan posisi tawar petambak sehingga dapat meningkatkan pendapatan petambak melalui peningkatan peran koperasi secara aktif sebagai elemen tata niaga garam. Hubungan penelitian ini dengan SDG adalah Ekonomi yaitu meningkat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif; partisipasi penuh dalam pekerjaan yang produktif, jenis pekerjaan yang layak bagi semua. SDG ini menyoroti persoalan ekonomi khususnya masyarakat kelas bawah masih cukup besar, karena upah/pendapatan yang diterima kurang dapat memenuhi kebutuhan dasar. Selama ini, sistem tata niaga garam di Indonesia melibatkan petambak yang berada pada pihak yang lemah dimana penentuan harga garam ditentukan oleh tengkulak atau pihak lain. Keadaan ini mengakibatkan pendapatan petambak yang relatif minim. Penelitian ini akan bertujuan untuk memberi rekomendasi agar sistem tata niaga garam menjadi lebih berpihak pada petambak dan pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan petambak. Pendekatan metodologi yang akan digunakan adalah pendekatan game theory. Game theory mampu menganalisis nilai pendapatan masing – masing entitas tata niaga dengan menggunakan strategi yang berbeda dari masing – masing pemain. Sudut pandang yang akan digunakan adalah sudut pandang petambak yaitu untuk memaksimalkan pendapatan. Perhitungan jumlah pendapatan didasarkan pada jumlah permintaan pedagang atau koperasi dan jumlah pasokan garam petambak, serta harga yang dimiliki oleh masing – masing entitas. Luaran dari penelitian ini adalah model pengembangan tata niaga garam yang melibatkan petambak, tengkulak, pedagang dan koperasi, rekomendasi skenario kebijakan pengembangan tata niaga garam melalui peningkatan peran koperasi di dalam meningkatkan pendapatan petambak. Luaran ini akan dipublikasikan pada jurnal internasional scopus Q2