2021 : Pemodelan Survival Rate Kekambuhan Penyakit Stroke Iskemik Menggunakan Model Prentice, William, and Peterson Gap Time (PWP-GT)

Jerry Dwi Trijoyo Purnomo S.Si, M.Si., Ph.D

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Prevalensi penyakit stroke di Indonesia sebesar 10.9 per mil. Artinya, 11 dari 1000 orang di Indonesia mengidap stroke. Dari seluruh kejadian stroke, duapertiganya adalah iskemik dan sepertiganya adalah hemoragik. Stroke iskemik merupakan salah satu dari 10 besar penyakit dengan kasus rawat inap terbanyak. Tingginya jumlah kasus rawat inap ini diduga disebabkan oleh banyaknya pasien stroke iskemik yang mengalami kekambuhan. Pasien-pasien tersebut cenderung memilih untuk berobat kembali ke rumah sakit yang sama. Terlebih, studi membuktikan bahwa kekambuhan stroke dapat terjadi bahkan hanya dalam kurun waktu satu minggu dan risiko kekambuhannya terus meningkat seiring berjalannya waktu. Penelitian-penelitian tentang kekambuhan stroke iskemik paling banyak dilakukan dengan analisis deskriptif (tabulasi silang), analisis konfirmatori (uji chi-square dan t-student), dan analisis survival dengan kurva Kaplan-Meier dan regresi Cox proportional hazard (PH). Padahal, metode Cox PH menganggap seluruh kekambuhan pada pasien merupakan kejadian identik, tanpa memperhatikan perbedaan kondisi pasien pada setiap kekambuhan dan apakah kekambuhan tersebut yang pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Pada nyatanya, pasien dapat mengalami kekambuhan lebih dari satu kali dan diagnosis yang didapatkan bisa berbeda-beda untuk setiap kasus rawat inap pada pasien yang sama. Penelitian ini menerapkan salah satu metode khusus untuk memodelkan data rekuren yang tidak identik pada tiap kejadiannya (seperti kekambuhan stroke), yakni model Prentice, William, and Peterson Gap Time (PWP-GT). Model digunakan untuk menganalisis pengaruh risk factors terhadap kekambuhan stroke ke-k sejak kekambuhan sebelumnya (k-1). Risk factors yang diduga berpengaruh terhadap kekambuhan stroke iskemik antara lain adalah jenis kelamin, usia, tipe stroke iskemik, serta diagnosis sekunder/komplikasi (diabetes, hipertensi, dislipidemia, atrial fibrilasi, dan penyakit jantung koroner). Pada penelitian ini akan menggunakan data pasien stroke iskemik di rumah sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya.