2021 : PENENTUAN KOMPOSISI OPTIMUM CAMPURAN LIMBAH PLASTIK LOW-DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) DAN RUBBER INNER TUBE PADA LASTON ASPHALT CONCRETE – BINDER COURSE (AC-BC)

Dr. Machsus S.T.,M.T.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pengolahan ban bekas di Indonesia masih sangat terbatas, antara lain hanya untuk pelindung dermaga (fender), tali, sandal, tempat sampah dan kerajinan kursi. Beberapa tahun ke depan, limbah ban bekas akan menjadi masalah yang cukup serius dan rumit, karena limbah ban bekas sangat sulit diuraikan oleh lingkungan dan sangat tahan terhadap serangan kimia dan asam. Disisi lain Indonesia berada diposisi ke-2 di dunia dengan jumlah sampah plastik di laut yang mencapai 1.29 juta metrik ton per tahun. Memanfaatkan sampah plastic tipe (Low-Density Polyethylene) dan Rubber Inner Tube (limbah karet ban dalam) sebagai bahan tambahan campuran aspal merupakan salah satu solusi permasalahan pengolahan kedua limbah tersebut. Spesifikasi campuran aspal yang digunakan merupakan Laston Lapis Antara (AC-BC). Kadar sampah plastic dan limbah karet masing masing 50:50 dengan presentase yang digunakan yakni 2%; 4%; 6%; dan 8% dan 10% dari total berat aspal. Penelitian ini mengacu pada spesifikasi umum 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode basah, dimana LDPE dan limbah karet dicampurkan ke dalam aspal panas. Hasilnya diperoleh KAO 6,28% campuran kadar limbah karet dan limbah plastik LDPE memberikan perbaikan terhadap karakteristik pada beberapa aspek, diantaranya adalah nilai VMA, VIM, dan Flow yang memiliki trend grafik dengan garis regresi menurun. Sedangkan nilai Density, VFA, dan Stabilitas memiliki nilai grafik yang meningkat. Dimana nilai Stabilitas meningkat signifikan mencapai 27% dari stabilitas campuran aspal konvensional.