2021 : ANALISIS KERAGAMAN GENETIK KELOR (Moringa oleifera) BERDASARKAN PERBEDAAN WARNA PETIOLE YANG BERBEDA DI PULAU POTERAN MADURA DENGAN METODE ISSR (Inter Simple Sequence Repeat)

Wirdhatul Muslihatin S.Si., M.Si.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kelor (Moringa oleifera) di dunia memiliki beberapa keragaman genetik dengan fenotip seperti petiole yang beraneka warna, lebar daun kelor yang beragam. Penelitian mengenai keragaman genetik kelor di dunia telah banyak dilakukan dengan beberapa macam marka molekuler. Marka molekuler untuk karakterisasi plasma nutfah kelor sangat penting dilakukan untuk mengetahui secara pasti tingkat keragaman genetik dan hubungan kekerabatan antar genotipe. Persebaran genetik kelor di pulau Poteran Madura adalah salah satu aspek penting yang harus diperhatikan bukan hanya sebagai variasi genetik dari kelor, akan tetapi juga sebagai plasma nutfah asli Indonesia yang harus digali potensinya serta dijaga kelestariannya. Kelor di pulau Poteran Madura terdapat 4 macam warna petiole yang berbeda yaitu merah, putih, ungu dan hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genetik dari 4 warna petiole kelor. Penelitian ini dilakukan menggunakan marka molekular ISSR (inter simple sequence repeat). Tahapan penelitian ini adalah persiapan sampel daun, ekstraksi DNA, pengamatan kualitas DNA, selanjutnya dilakukan PCR menggunakan enam primer ISSR. Selanjutnya dilakukan skoring pada lokus yang menunjukkan adanya pita dengan ketentuan: ada (1) dan kosong (0). Analisis data dan pembuatan dendrogram dilakukan dengan metode unweighted pair group method arithmetic (UPGMA) menggunakan program MVSP (Multivariate-Statistical Package). Hasil amplifikasi menggunakan enam primer ISSR didapatkan polimorfisme sebesar 97,2%, dengan PIC rata-rata 0,46 dan nilai similaritas kelor sebesar 5%-66,7%.