2021 : Pengaruh Skenario Congestion Pricing terhadap Tingkat Pelayanan Jalan di Kota Surabaya

Ketut Dewi Martha Erli Handayeni ST., MT.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Tingginya permintaan pergerakan mengakibatkan kemacetan yang ditandai ketidakmampuan suatu ruas jalan untuk menampung volume lalu lintas kendaraan terutama pada jam sibuk. Penerapan congestion pricing diharapkan mampu mengurangi masalah kemacetan terkait manajemen permintaan pergerakan melalui pengendalian perilaku perjalanan dalam jangka panjang. Kota Surabaya telah merencanakan penerapan congestion pricing pada beberapa ruas jalan utama. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana potensi penerapan congestion pricing terhadap peningkatkan pelayanan jalan pada ruas Jalan Raya Darmo, Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Basuki Rahmat Kota Surabaya sebagai salah satu ruas jalan strategis di koridor utara-selatan. Metode yang digunakan yaitu analisis regresi logistik untuk mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap kesediaan penggunaan jalan berbayar pada pengguna kendaraan roda dua (R2) dan kendaraan roda empat (R4). Selanjutnya metode analisis regresi linier berganda berdasarkan data stated preference digunakan untuk mengetahui hubungan kuantitatif antara respon pengguna jalan terhadap 9 skenario congestion pricing yang mempertimbangkan biaya dan waktu perjalanan. Hasil regresi linier berganda berupa pemodelan probabilitas akan digunakan sebagai bahan input dalam proses simulasi perubahan tingkat pelayanan jalan. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat beberapa variabel yang mempengaruhi kesediaan penggunaan jalan berbayar. Pada pengguna jalan kendaraan R2, variabel yang berpengaruh adalah jenis kelamin dan durasi waktu melintas. Sedangkan pada pengguna jalan viii kendaraan R4, variabel yang berpengaruh adalah variabel pendapatan, durasi waktu melintas serta biaya parkir. Pemodelan probabilitas perubahan perilaku perjalanan pengendara R2 dinyatakan melalui persamaan ð?ƒ1 = exp(−0,302−0,182 ð?‹1−0,070 ð?‹2) 1+exp(−0,302−0,182 ð?‹1−0,070 ð?‹2) dan pengendara R4 dinyatakan melalui persamaan ð?ƒ1 = exp(0,195−0,090 ð?‹1−0,046 ð?‹2) 1+exp(0,195−0,090 ð?‹1−0,046 ð?‹2) dimana X1 dan X2 adalah selisih biaya dan waktu perjalanan dengan dan tanpa congestion pricing. Hasil uji sensitivitas menunjukkan bahwa probabilitas perubahan perilaku penguna jalan pada kendaraan R2 signifikan pada selisih biaya perjalanan sebesar Rp 1.000,00 dengan penghematan waktu sebesar 5 menit sedangkan pada pengguna jalan dengan kendaraan R4 signifikan pada selisih biaya perjalanan sebesar Rp 3.000,00 dan penghematan waktu sebesar 1 menit. Simulasi 9 skenario congestion pricing menunjukkan bahwa skenario 7 dengan penambahan biaya Rp 6.000,00 untuk kendaraan R2 dan Rp 12.000,00 untuk kendaraan R4 dalam sekali perjalanan serta penghematan waktu sebesar 5 menit memberikan efek perubahan tingkat pelayanan jalan secara mayoritas menjadi Level of Service (LOS) A. Namun jika mempertimbangkan rata-rata tarif maksimal dan senstivitas model maka skenario terbaik yang dapat diterapkan yaitu skenario 1 dengan penambahan total biaya Rp 2.000,00 untuk kendaraan R2 dan Rp 4.000,00 untuk kendaraan R4 dalam sekali perjalanan serta penghematan waktu sebesar 5 menit. Penerapan congestion pricing di Kota Surabaya sangat berpotensi untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi pada jam sibuk/peak hour, sehingga meningkatkan pelayanan jalan-jalan utama di Kota Surabaya. Potensi ini dapat dilihat dari tingkat penerimaan masyarakat terhadap kebijakan congestion pricing yang cukup baik dari sisi tarif perjalanan dan penghematan waktu yang diharapkan.