2021 : Integritas Struktur Lepas Pantai Terpancang Akibat Pengaruh P-Delta dan Scouring

Ir. Murdjito

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Salah satu akibat dari suatu insiden adalah kemiringan pada bangunan lepas pantai terpancang (fixed offshore platform). Kemiringan inilah yang menyebabkan gaya aksial yang bekerja pada titik berat (COG) awal mengalami penyimpangan kearah horizontal sehingga struktur akan mendapat momen lentur tambahan yang seperti disebut sebagai efek P-delta (P-ï? effect). Selain efek P-delta terdapat permasalahan lain yang mempengaruhi integritas struktur lepas pantai terpancang, yaitu masalah scouring. Scouring yang terjadi pada struktur lepas pantai terpancang seringkali mengakibatkan kegagalan konstruksi. Penelitian ini memepertimbangkan pengaruh P-delta dan scouring terhadap integritas struktur lepas pantai terpancang. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan Static Analysis. Metode yang digunakan adalah analisa sensitivitas perubahan tegangan struktur akibat pengaruh P-delta dan kedalaman scouring. Analisis menggunakan bantuan software SACS. Berdasarkan hasil analisis kedalaman maksimum scouring yang diijinkan kriteria stabilitas API RP 2A WSD untuk scouring pada satu kaki adalah 9,5m; untuk scouring pada dua kaki dan tiga kaki adalah 3,2m. Perubahan tegangan terbesar yang dianalisis terjadi pada saat P-delta 15% dan scouring dengan kedalaman 21m terjadi pada tiga kaki. Member H23 di jacket leg mengalami kenaikan tegangan maksimum sebesar 307% dari UC awal 0,41 naik menjadi 1,68. Joint 203L di joint can mengalami kenaikan tegangan maksimum sebesar 339% dari UC awal 0,660 naik menjadi 2,898. Pile PL1 di kaki vertikal mengalami kenaikan tegangan yang menyebabkan penurunan SF compression pile 17% dari SF awal 1,428 turun menjadi 1,178