2020 : Pemodelan Pengelolaan Wilayah Pesisir Banyuwangi Sebagai Sentra Pengembangan Perikanan di Kawasan Indonesia Timur ditinjau dari Persfektif Pelestarian dan Perlindungan Sumber Daya Alam.

Dra. Endang Susilowati M.Kes
Deti Rahmawati S.IP., M.T

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Konsekuensi logis dari sebuah negara kepulauan ialah mampu mengelola wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Sektor perikanan merupakan salah satu sektor potensial di wilayah pesisir untuk dikelola dan dilestarikan bagi kepentingan masyarakat sekitar. Indonesia menjadi negara penghasil ikan terbesar ketiga di dunia setelah Amerika dan china. Kekayaan sumber daya perikanan yang dimiliki Indonesia cukup besar, karena wilayah indonesia 2/3 nya adalah perairan, Akan tetapi hingga saat ini pemanfaatanya yang belum optimal. Padahal nilai produksi perikanan tangkap pada tahun 2015 mencapai Rp 120, Triliun dan mencapai Rp 210,7 Triliun Pada tahun 2018 (meningkat rata-rata 23,20% pertahun) dengan sumbangan sektor perikanan ke PDB Nasional sebanyak 3%. Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar kedua di Indonesia. Perikanan di Kecamatan Muncar menghasilkan Rp 1.224.105.761.798 Juta pada tahun 2015, akan tetapi hingga tahun 2019 tren prospek perikanan di Kecamatan Muncar cenderung fluktiatif dan bahkan turun. Untuk itu Tujuan penelitian ini ialah mengekplorasi dan mengelaborasi akar masalah dari menurunya sumber daya alam yang ada di WPP muncar dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi pola pengembangan pembangunan wilayah pesisir yang dalam hal ini ialah pembangunan perikanan muncar. Konstelasi antara laut dan manusia akan berdampak pada kehidupan dan pelestarian sumberdaya itu sendiri, sehingga sudah menjadi konsekuensi logis bagi kita untuk dapat memaknai dan mengelaborasi kedua hal tersebut. Dalam penelitian ini kami mencoba melakukan pemetaan pemodelan industri perikanan yang didalamnya akan mengeksplorasi pengembangan industri perikanan di PPP Muncar, Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan Metode Kuantitatif dengan penyebaran kuisioner kepada masyarakat nelayan, nelayan pemilik kapal, maupun buruh nelayan dan Kualitatif dengan cara wawancara yang terstruktur, medalam, dan sistematis untuk untuk dapat ditarik sebuah pemahaman mengenai industri perikanan di Kawasan Muncar, serta dengan pendekatan Teori Jaringan-Aktor untuk penajaman dalam memaknai fakta empirik yang terjadi dilapangan Metode analisis data yang digunakan adalah analisis relasi sosio-teknis digunakan untuk melihat penyesuaian-penyesuaian antara pelaku-pelaku manusia dan objek-objek teknis yang diperkaya dengan framework Composing the Collective melalui tahapan perplexity, konsultasi, hirarkisasi dan institusionalisasi. Penelitian ini akan menyajikan hasil penelitian mengenai berbagai pelaku pembangunan yang berperan dan bagaimana proses-proses yang terjadi sehingga mampu memberikan perubahan positif bagi pengembangan perindustrian perikanan di Kawasan Muncar , Banyuwangi yanga kan ditinjau melalui persfektif Pelestarian dan Persfektif Perlindungan Sumberdaya alam. Luaran dari penelitian ini adalah pemodelan pengelolaan wilayah pesisir yang akan berguna bagi masyarakat pesisir. Kata Kunci : Pengelolaan wilayah pesisir; Perikanan; Pelestarian; Perlindungan SDA